REPORTASENTT.COM, LOMBOK BARAT- Sebuah film bertema sosial-religi berjudul Bidaah menjadi pemantik keberanian lima perempuan, mantan santriwati sebuah pondok pesantren di wilayah Kekait, Lombok Barat, untuk melaporkan dugaan tindak pelecehan seksual.
Laporan tersebut ditujukan kepada seorang pria berinisial AF, yang disebut-sebut merupakan ustadz di pondok pesantren tempat mereka pernah menimba ilmu.
“Dari keterangan beberapa korban yang kami terima, setelah menonton film tersebut, mereka merasa cerita yang tergambar sangat mirip dengan pengalaman pribadi yang pernah mereka alami. Itulah yang mendorong mereka untuk berani melapor,” ujar Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, saat dilansir melalui aqun Facebook polda NTB, Senin (22/4/2025).
Baca Juga: Dosen di Mataram Ditahan Terkait Dugaan Kasus Asusila
Menurut pengakuan para pelapor, peristiwa yang mereka alami berlangsung dalam kurun waktu cukup panjang, yakni sejak tahun 2016 hingga 2023.
Saat itu, kelima korban masih berstatus di bawah umur dan tercatat sebagai santriwati di pondok pesantren tersebut.
Pihak Polresta Mataram menyatakan, laporan yang diterima saat ini berasal dari lima orang perempuan yang telah dewasa.
Baca Juga: Ombudsman NTT Gelar Inspeksi Kualitas BBM di SPBU Kota Kupang, Pertamina Tegaskan BBM Sesuai Standar
Mereka mengaku mengalami tindak pelecehan seksual oleh terlapor berinisial AF.
“Proses penyelidikan masih terus berjalan. Kami dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) telah melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk olah tempat kejadian perkara di beberapa titik dalam kompleks pondok pesantren,” jelas AKP Regi.
Sejumlah lokasi yang telah diperiksa meliputi asrama santri, ruang kelas, hingga beberapa ruangan lain yang disebut oleh para korban sebagai lokasi kejadian.
Baca Juga: Tertangkap Basah! Dua Nelayan di Sikka Lakukan Praktik Berbahaya Ini
Pihak kepolisian menegaskan bahwa keberanian para korban dalam melaporkan peristiwa ini menjadi langkah penting dalam penegakan keadilan.
Artikel Terkait
Arus Balik Peziarah Semana Santa Larantuka: Tradisi Usai, Kota Kembali Sunyi
Tertangkap Basah! Dua Nelayan di Sikka Lakukan Praktik Berbahaya Ini
Kapolres Flotim Pimpin Apel Pelepasan Personel BKO, Ini yang Terungkap Usai Pengamanan Semana Santa!
Ombudsman NTT Gelar Inspeksi Kualitas BBM di SPBU Kota Kupang, Pertamina Tegaskan BBM Sesuai Standar
Dosen di Mataram Ditahan Terkait Dugaan Kasus Asusila