Dugaan Kebocoran Data Pelanggan JNE, 81 Juta Data Diduga Bocor ke Forum Gelap

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:01 WIB
Foto ilustrasi.
Foto ilustrasi.

Pelaku menuturkan bahwa ia sempat mencoba menghubungi pihak JNE, namun tidak mendapat tanggapan, sehingga memutuskan untuk menjual data tersebut secara terbuka di forum gelap.

“Kami sudah mencoba menghubungi perusahaan JNE, namun tidak ada balasan. Mungkin mereka memilih untuk mengabaikannya, jadi kami memutuskan untuk menjual data di sini,” tulis pelaku di laman darkforums.st, yang dilihat REPORTASENTT.COM pada Rabu (13/8).

Baca Juga: Modus Mark-Up hingga Kontrak Fiktif, Kasus Korupsi Subsidi Kapal di NTT Naik ke Meja Jaksa

Menurut unggahan tersebut, data yang diklaim bocor tersedia dalam format CSV dan JSON dengan total ukuran mencapai 245 GB dalam kondisi tidak terkompresi.

Pelaku juga membagikan cuplikan data (sample) yang dapat diunduh secara bebas, menampilkan informasi pribadi pelanggan yang berpotensi disalahgunakan.

Pelaku memasang harga sebesar 2.000 dolar AS atau sekitar Rp32 juta untuk seluruh data, dan menawarkan opsi pembelian dalam jumlah tertentu sesuai kesepakatan harga.


Baca Juga: Geng Curanmor Bocil Kupang: Dua SMA, Satu SD, Sikat 7 Motor

 

“Harga 2000 dolar AS untuk semua atau Anda dapat bebas memilih jumlah pembelian dengan harga yang tepat,” tulis pelaku.

Sebelum isu ini viral, sejumlah warganet telah mengeluhkan kasus penipuan yang mereka alami dan men-tag akun resmi JNE di X (sebelumnya Twitter).

“Tolong kalau memang ini benar mohon konfirmasinya, telepon saya melalui nomor resmi JNE. Jika ini penipuan saya minta pertanggung jawaban karena data saya bisa bocor @JNECare,” tulis akun @ngopimasszeh.



Baca Juga: Tips Memilih Ban Mobil yang Awet dan Aman, Jangan Terkecoh Label All-Season

“Halo min, data kita pelanggan kok bisa sampai bocor ke penipu, nelepon pura-pura jadi kurir katanya barang saya hilang, padahal ini saya pesan dari marketplace orange. Ada indikasi orang dalam pegawai JNE sendiri,” tulis akun @justIluvb.

Hingga berita ini diturunkan, pihak JNE belum memberikan pernyataan resmi maupun informasi terkait pelaporan kasus ini ke pihak berwenang.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X