Dokter Ungkap Fakta Kematian Prada Lucky Dipersidangan

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Selasa, 4 November 2025 | 23:49 WIB
Dua dokter RSUD Aeramo memberi kesaksian virtual di sidang kematian Prada Lucky. (Foto tangkapan layar Youtube @ Dilmil III-15 Kupang)
Dua dokter RSUD Aeramo memberi kesaksian virtual di sidang kematian Prada Lucky. (Foto tangkapan layar Youtube @ Dilmil III-15 Kupang)


REPORTASENTT.COM, KUPANG-  Fakta baru mencuat dalam sidang lanjutan kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo di Pengadilan Militer III-15 Kupang, Selasa, 4 November 2025. Dua dokter RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, memberi kesaksian secara virtual dan mematahkan narasi awal bahwa prajurit TNI AD itu meninggal akibat jatuh dari bukit.
 
 
 
 
 


Sidang yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pengadilan Militer III-15 Kupang itu dipimpin majelis hakim militer.
 
 
 
 
 
 
 
Menghadirkan dr. Kandida Bibiana Ugha dan dr. Gede Rastu Ade Mahartha, sebagai saksi medis yang pertama menangani Prada Lucky saat dilarikan ke rumah sakit.
 
 
 
 
 
 
 


Luka Memar di Banyak Titik Tubuh
 

Dalam kesaksiannya, dr. Kandida menyebut Prada Lucky tiba di RSUD Aeramo dengan kondisi tubuh penuh luka memar.
 
 
 
 
 


“Ada banyak luka memar dan bengkak pada perut, dada, pinggang, tangan, serta paha kiri,” ujar Kandida.
 
 
 
 
 

Ia mengatakan tiga prajurit TNI AD membawa Prada Lucky ke rumah sakit. Pemeriksaan awal mengarah pada cedera akibat benda tumpul serta benda tajam, dengan estimasi waktu luka 1–3 hari sebelum korban dirawat.
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Meski hasil rontgen tidak menunjukkan patah tulang, tim medis segera memasang infus dan memberikan obat-obatan karena kondisi korban terus memburuk.
 
 


Kerusakan Organ Vital

Saksi lain, dokter spesialis bedah RSUD Aeramo, dr. Gede Rastu, mengungkap kondisi organ dalam Prada Lucky mengalami kerusakan berat.
 
 
 
 


“Ada gumpalan darah pada limpa, peningkatan fungsi ginjal, serta memar pada paru-paru. Ini cedera serius akibat benturan benda tumpul,” tutur Gede.
 
 
 
 
 

Menurutnya, laju napas korban jauh di atas normal dan terdapat tanda infeksi pada beberapa luka. Ia menegaskan pola cedera tersebut tidak sesuai dengan kecelakaan tunggal atau jatuh biasa.
 
 
 
 
 
 
 



Kedua dokter menyimpulkan kondisi fisik prajurit muda itu tidak sejalan dengan narasi “jatuh dari bukit”. Luka-luka tersebut dinilai lebih cocok akibat kekerasan fisik berulang.
 
 
 
 


Kesaksian ini menambah daftar temuan yang memperkuat dugaan adanya kekerasan berat sebelum Prada Lucky meninggal dunia.
 
 
 
 


Rangkuman Temuan Medis
 
  • Memar dan bengkak di banyak bagian tubuh
  • Cedera akibat benda tumpul dan benda tajam
  • Luka diperkirakan terjadi 1–3 hari sebelum dirawat
  • Tanda infeksi pada sejumlah luka
  • Pola cedera tidak sesuai kecelakaan jatuh

 

 

 

 

 
 
 
 

Sidang ini merupakan bagian dari rangkaian persidangan terhadap para terduga pelaaku yang terlibat dalam kematian Prada Lucky.
 
 
 
 
 
Perkara tersebut memantik perhatian publik karena dugaan kekerasan sistematis dalam lingkungan militer.
 
 


Sidang akan berlanjut pada tahapan pembuktian berikutnya.
 

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X