Dikira Menolong Warga Dikejar, Pemuda di Kupang Malah Jadi Korban Penikaman

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Sabtu, 22 November 2025 | 11:30 WIB
Penyidik Tipidum Polresta Kupang Kota menyerahkan tersangka PFD dan barang bukti tahap dua ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kupang. (Foto facebook TBN Polresta Kupang Kota)
Penyidik Tipidum Polresta Kupang Kota menyerahkan tersangka PFD dan barang bukti tahap dua ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kupang. (Foto facebook TBN Polresta Kupang Kota)



REPORTASENTT.COM, KUPANG- Niat menolong warga yang dikejar orang tak dikenal, seorang pemuda berinisial VOH justru menjadi korban penikaman di Jalan Bumi I, Kelurahan Oesapa Selatan, Kota Kupang.



Kasus ini kini memasuki tahap penuntutan setelah Penyidik Unit Tindak Pidana Umum (Tipidum) Satuan Reskrim Polresta Kupang Kota resmi melimpahkan tersangka berinisial PFD beserta barang bukti (Tahap 2) ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kota Kupang.



Pelimpahan dilakukan usai jaksa menyatakan berkas perkara penganiayaan menggunakan benda tajam tersebut lengkap atau P-21.

 

Baca Juga: Tanpa- tanda Awal, Pesawat Mendarat Darurat di Karawang: Ini Pemicu Investigasi



Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari, melalui Kasat Reskrim AKP Marselus Yugo Amboro mengatakan peristiwa penikaman itu berawal saat korban pulang dari rumah dosen menuju kediamannya.



"Saat tiba di TKP, korban melihat salah satu orang tetua di kampungnya sedang dikejar dua orang yang tidak dikenal. Salah satu pelaku terlihat membawa pisau. Korban spontan berteriak 'Kenapa Bapa', tetapi tidak ada respons," ujar AKP Yugo, Sabtu (22/11/2025).



Pelaku yang membawa pisau sempat mundur dan lari menjauh.

 

Baca Juga: Semeru Masih Level Awas, PVMBG Tegas: Zona Bahaya Bisa Diperluas

 

Korban kemudian menghentikan sepeda motor, turun, dan menyeberang untuk menanyakan apa yang terjadi.

 

Namun, bukannya mendapat penjelasan, korban justru diserang.



"Tersangka maju ke arah korban, mencabut pisau dari pinggangnya, dan langsung melakukan penikaman. Pisau diarahkan ke perut korban, tetapi korban mengangkat kaki sehingga mengenai betis sampai tulang kaki depan dan juga jari telunjuk korban," jelasnya.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X