Pada tahap tersebut, Polri bersama TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat terus memperkuat koordinasi untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, menjaga stabilitas keamanan, serta memastikan seluruh aktivitas sosial dan ekonomi berlangsung normal.
Kapolres juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Baca Juga: Polda NTT Pastikan Seleksi Taruni Akpol 2026 Transparan, Aduan Peserta Dinyatakan Tak Temukan Pelanggaran
"Mari bersama menjaga situasi yang sudah kondusif ini agar tetap aman sehingga seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa," katanya.
Sementara itu, personel Brimob Polda NTT tetap disiagakan mendukung pengamanan di Adonara Timur dengan mengedepankan disiplin, profesionalisme, dan pendekatan humanis.
Fungsi intelijen Polda NTT juga terus meningkatkan deteksi dini melalui koordinasi bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda untuk mencegah munculnya potensi konflik baru.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bentrokan yang melibatkan kelompok warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan Desa Narasaosina diduga dipicu sengketa tanah ulayat.
Polisi masih mendalami penyebab peristiwa tersebut sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Informasi itu disampaikan setelah aparat memastikan situasi keamanan di Adonara Timur kembali terkendali dan aktivitas masyarakat berlangsung normal.
Artikel Terkait
Spanyol Taklukkan Argentina 1-0, Angkat Trofi Piala Dunia Kedua di Era Lamine Yamal
Keluarga Kerajaan Rayakan Gelar Juara Dunia Kedua Spanyol, Princess Infanta Sofia: Pertandingan yang Tak Terlupakan
Stimulus Transportasi Laut Efektif, 660 Ribu Penumpang Nikmati Diskon 30 Persen Tiket PELNI
Praperadilan Admin Lika Liku NTT Ditolak, PN Kupang Nilai Penyidikan Polda NTT Sah Menurut Hukum
Kasus KLM Putri Sakinah Memasuki Babak Baru, Ini Temuan Ahli Kemenhub yang Diperiksa Polda NTT