Skandal Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar: Andi Ibrahim Jadi Tersangka Utama

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Jumat, 20 Desember 2024 | 23:29 WIB
Background uang palsu/  Dr. Andi Ibrahim, Kepala Perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. (Foto/ ist)
Background uang palsu/ Dr. Andi Ibrahim, Kepala Perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. (Foto/ ist)

 

REPORTASENTT.COM, GOWA- Dr. Andi Ibrahim, Kepala Perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), yang sebelumnya dikenal sebagai akademisi, kini terjerat kasus produksi uang palsu.

Polisi menyebut keterlibatannya sangat signifikan dalam skandal besar yang mengguncang Sulawesi Selatan ini.

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, mengungkap bahwa uang palsu itu direncanakan untuk membiayai ambisi politik Andi Ibrahim sebagai calon Bupati Barru pada Pilkada 2024.

 Baca Juga: Dinilai Diskriminatif dalam Penanganan Terdakwa Agus Boli, Jaksa Indra Ungkap Hal Ini!

"Tersangka bahkan sempat mengajukan proposal pendanaan, tetapi batal karena tidak ada partai yang bersedia mengusungnya," ujarnya.

Proposal itu mencantumkan foto Andi Ibrahim mengenakan jas tutup dan songkok recca, yang kini dijadikan barang bukti oleh polisi.

Yudhiawan menambahkan bahwa uang palsu itu sempat direncanakan untuk memengaruhi pilihan masyarakat.

 Baca Juga: Menteri Pendidikan Tinggi Tunda Implementasi! Ada Apa dengan Permendikbudristek?

Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan bahwa produksi uang palsu dimulai di sebuah rumah di Jl. Sunu 3, Makassar, milik tersangka berinisial ASS. Karena mesin pencetak yang digunakan berbobot 2–3 ton, mesin itu didatangkan dari China melalui Surabaya, kemudian disembunyikan di Kampus UINAM.

"Mesin itu dimasukkan ke kampus pada malam hari dengan dalih untuk mencetak buku. Semua atas persetujuan Andi Ibrahim," kata Reonald.

Polisi telah menetapkan 17 tersangka dalam kasus ini, termasuk Andi Ibrahim, yang kini ditahan di Mapolres Gowa.

 Baca Juga: Insiden di Desa Marada: Dipicu Konflik Utang- piutang, Seorang Petani Alami Hal Ini

Kasus ini terus diselidiki, termasuk dugaan peredaran uang palsu yang lebih luas di wilayah Sulawesi Selatan.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X