REPORTASENTT.COM, GOWA- Dr. Andi Ibrahim, Kepala Perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), yang sebelumnya dikenal sebagai akademisi, kini terjerat kasus produksi uang palsu.
Polisi menyebut keterlibatannya sangat signifikan dalam skandal besar yang mengguncang Sulawesi Selatan ini.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono, mengungkap bahwa uang palsu itu direncanakan untuk membiayai ambisi politik Andi Ibrahim sebagai calon Bupati Barru pada Pilkada 2024.
Baca Juga: Dinilai Diskriminatif dalam Penanganan Terdakwa Agus Boli, Jaksa Indra Ungkap Hal Ini!
"Tersangka bahkan sempat mengajukan proposal pendanaan, tetapi batal karena tidak ada partai yang bersedia mengusungnya," ujarnya.
Proposal itu mencantumkan foto Andi Ibrahim mengenakan jas tutup dan songkok recca, yang kini dijadikan barang bukti oleh polisi.
Yudhiawan menambahkan bahwa uang palsu itu sempat direncanakan untuk memengaruhi pilihan masyarakat.
Baca Juga: Menteri Pendidikan Tinggi Tunda Implementasi! Ada Apa dengan Permendikbudristek?
Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan bahwa produksi uang palsu dimulai di sebuah rumah di Jl. Sunu 3, Makassar, milik tersangka berinisial ASS. Karena mesin pencetak yang digunakan berbobot 2–3 ton, mesin itu didatangkan dari China melalui Surabaya, kemudian disembunyikan di Kampus UINAM.
"Mesin itu dimasukkan ke kampus pada malam hari dengan dalih untuk mencetak buku. Semua atas persetujuan Andi Ibrahim," kata Reonald.
Polisi telah menetapkan 17 tersangka dalam kasus ini, termasuk Andi Ibrahim, yang kini ditahan di Mapolres Gowa.
Baca Juga: Insiden di Desa Marada: Dipicu Konflik Utang- piutang, Seorang Petani Alami Hal Ini
Kasus ini terus diselidiki, termasuk dugaan peredaran uang palsu yang lebih luas di wilayah Sulawesi Selatan.
Artikel Terkait
Polresta Bogor Kota Bongkar Sindikat Curanmor Terorganisir
Kasus Korupsi Fantastis, Negara Rugi Rp 12,8 Miliar, Polisi Bongkar Modus Pelaku!
Jelang Natal dan Tahun Baru, Korpolairud Polri Siapkan Layanan Ambulans Udara
Video Dugaan Intervensi Aparat Keamanan di Paniai- Papua Saat Rapat Pleno Viral, Pdt. Frans Imbauan Perdamaian di Bulan Natal
Dinilai Diskriminatif dalam Penanganan Terdakwa Agus Boli, Jaksa Indra Ungkap Hal Ini!