Video Dugaan Intervensi Aparat Keamanan di Paniai- Papua Saat Rapat Pleno Viral, Pdt. Frans Imbauan Perdamaian di Bulan Natal

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Jumat, 20 Desember 2024 | 11:03 WIB
Kericuhan di KPUD Paniai saat berlangsungnya pleno pilkada 2024.  (Foto tangkapan layar Facebook Immanuel Badii)
Kericuhan di KPUD Paniai saat berlangsungnya pleno pilkada 2024. (Foto tangkapan layar Facebook Immanuel Badii)
 

REPORTASENTT.COM, PANIAI- Sebuah video yang memperlihatkan intervensi aparat keamanan dari Polres Paniai saat rapat pleno rekapitulasi suara di aula kantor KPU Kabupaten Paniai, Kamis (19/12/2024), menjadi viral di media sosial.
 
Video tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat, termasuk Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Paniai, Pdt. Frans Tebai, yang memberikan pernyataan terkait insiden tersebut.

Dalam keterangannya, Pdt. Frans Tebai menjelaskan bahwa ia diberi tugas untuk memimpin doa sebelum rapat pleno dimulai.
 
 
Namun, situasi di lokasi sudah memanas karena banyak massa yang berkumpul di depan kantor KPU.
 
"Mereka melarang saya memimpin doa, meski saya sudah menegaskan bahwa saya tidak terlibat dengan partai politik mana pun," ujarnya.

Menurut Pdt. Frans, ketegangan terjadi karena masyarakat merasa tidak puas dengan proses yang berjalan.
 
 
Dalam sistem noken, seharusnya ada kesepakatan antara kepala suku dan masyarakat mengenai keputusan yang diambil.
 
Namun, ia mengungkapkan bahwa keputusan yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dianggap tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat.

“Yang diinginkan masyarakat dan kepala suku tidak diakomodir. Mereka ingin apa yang disepakati dibawa ke KPU untuk ditetapkan,” ungkapnya.
 

Merespons situasi tersebut, aparat keamanan yang dipimpin oleh Kapolres Paniai, Kompol Deddy A. Puhiri, S.I.K., mengambil langkah untuk mengamankan kondisi.
 
Pdt. Frans menegaskan bahwa tindakan polisi tidak memiliki kaitan dengan keberpihakan terhadap kandidat atau partai tertentu.

“Polisi bertindak sesuai dengan tugas mereka sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Tidak ada sangkut pautnya dengan kandidat atau partai politik,” katanya.
 
Baca Juga: Inilah Keunggulan Status PPPK Paruh Waktu Dibanding Honorer Biasa

Sebagai tokoh agama, Pdt. Frans juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama, termasuk aparat keamanan dan tokoh agama.

Dalam suasana Natal, Pdt. Frans mengimbau masyarakat, khususnya para kandidat yang bersaing, untuk menjaga perdamaian.
 
Ia meminta agar konflik politik tidak merusak keharmonisan di Kabupaten Paniai.
 
Baca Juga: Banyak Polisi Terjerat Kasus: Rudianto Lallo Desak Polri Benahi Pengawasan Internal

“Lima kandidat yang maju di Kabupaten Paniai, saya berpesan sebagai umat beragama, di bulan Natal ini, bulan yang membawa damai, jangan ciptakan konflik gara-gara politik,” tegasnya.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X