“Proyek ini adalah wujud perjuangan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Solor akan layanan kesehatan. Namun, cara kerja seperti ini justru mencederai kepercayaan publik,” tambahnya.
Theo juga menyinggung pendampingan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Flores Timur.
Baca Juga: Misteri Mobil Dinas RI 36: Siapa Penggunanya? Para Menteri Membantah, Patwal Dihukum!
Ia meminta institusi tersebut turut bertanggung jawab atas kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor.
“Pendampingan yang dilakukan kejaksaan seharusnya memastikan tidak ada celah bagi pelaksana untuk mengabaikan kualitas. Kita perlu menuntut tegas agar setiap proyek yang menggunakan anggaran negara memberikan manfaat maksimal,” tandas Theo.
Dirinya mengajak Pemda Flores Timur untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh wakil-wakil rakyat di tingkat nasional.
Baca Juga: Ahmad Yohan Minta Pemerintah Tegas Bongkar Pagar Laut di Tangerang
Sebagai anggota legislatif, Ia akan terus mengawal pelaksanaan anggaran pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus memastikan proyek ini selesai dengan kualitas terbaik demi memenuhi harapan masyarakat Solor dan Flores Timur,” pungkasnya. (RS)
Artikel Terkait
Seorang Nelayan Meninggal di Atas Kapal Lampara: AKP Albertus Mabel: Tangan Kanan Korban Juga Berada di Dahi
Misteri Mobil Dinas RI 36: Siapa Penggunanya? Para Menteri Membantah, Patwal Dihukum!
Pengakuan Raffi Ahmad: Pakai Mobil RI Plat 36, Seskab Mayor Teddy Berikan Teguran!
Akun Facebook Dibajak! Michael Hontong Datangi Polda Sulut
IKTL Larantuka Serahkan SK kepada Pejabat Struktural Terpilih Periode 2025-2028