Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari 80 personel Polres Sikka dan Polsek jajaran yang dipimpin oleh Kasubagdal Ops Polres Sikka, AKP Valentinus Tani.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan aksi berlangsung tertib dan menghindari potensi gangguan keamanan.
Baca Juga: Berapa Harga Jet Pribadi Cristiano Ronaldo yang Bakal Bawanya ke Kupang- NTT?
Hingga pukul 13.10 WITA, aksi tetap berjalan damai tanpa adanya insiden bentrokan atau tindakan anarkis.
Demonstran berharap aksi ini dapat membuka mata pemerintah dan pihak berwenang agar segera turun tangan untuk menyelesaikan konflik agraria di Nangahale.
Mereka juga mendesak Komnas HAM untuk turun ke lapangan guna menyelidiki dugaan pelanggaran hak masyarakat adat yang terjadi akibat penggusuran tersebut.
Artikel Terkait
Pemerintah Resmi Tetapkan PPPK Tahap 1 Jadi ASN per 1 Maret 2025, Ini Rincian Gaji yang Diterima Per Bulan!
Gerombolan Remaja Mabuk dan Pakai Knalpot Brong Diamankan Polisi, Warga Resah!
Terungkap! Karyawan Swasta di Banyuwangi Kendalikan 63 Paket Sabu
Tragedi di Pantai Roda Lembor Selatan: Dua Hari Hilang, Petani Ditemukan Tak Bernyawa 500 Meter dari Lokasi
Suara Tanah Ai: Aksi Damai Mahasiswa dan Aktivis Memperjuangkan Hak Masyarakat Adat Nangahale