REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Menurut laman resmi Astra Honda Motor (AHM), perbedaan jenis bahan bakar minyak (BBM) dapat memengaruhi performa kendaraan. Research Octane Number (RON) merupakan angka perbandingan antara heptana dan isooktana dalam BBM.
Jika kendaraan diisi dengan BBM beroktan terlalu rendah, performanya akan menurun. Sebaliknya, jika oktan terlalu tinggi, mesin dapat mengalami knocking atau detonasi berlebih.
Kasus pengoplosan BBM yang diduga dilakukan oleh tersangka menimbulkan risiko bagi kendaraan.
Setiap jenis BBM memiliki kandungan berbeda, termasuk zat aditif yang berfungsi menjaga kebersihan mesin.
"Maka nanti dosisnya (zat aditif) akan turun setengahnya. Secara oktan mungkin kita dapat kalau mencampur (bensin), tapi bahayanya deposit (kerak) justru naik," jelas Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, peneliti di LAPI ITB pada 2022 lalu.
Zat aditif, seperti detergen dalam BBM, berfungsi membersihkan deposit yang terbentuk akibat pembakaran di ruang bakar.
Baca Juga: Baru 3 Hari Kerja, Karyawan Laundry Gasak Motor! Kompol Reza: Jangan Terlalu Cepat Percaya
Jika terlalu banyak deposit yang tertinggal, mesin bisa mengalami gangguan serius, seperti katup yang macet dan benturan dengan piston, yang pada akhirnya dapat menyebabkan mesin tidak bisa menyala.
Daftar Tersangka dan Kerugian Negara
Atas kasus ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus ini, yaitu:
1. Riva Siahaan (RS)- Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga