ABK inilah kata Martin, yang memasukkan sampel minyak pertalite ke dalam drum sebelum kebakaran terjadi.
Baca Juga: Gempa Dahsyat Myanmar: Palang Merah Sebut Kehancuran Terburuk di Asia dalam Seabad
"Kami selalu melakukan pemeriksaan dokumen dan manifes sebelum memberikan izin berlayar. Semua dokumen awalnya lengkap, tetapi ternyata ada satu ABK yang tidak masuk dalam daftar izin," jelas Martin Balun.
Kelalaian Prosedur Keselamatan?
Dalam investigasi awal, ditemukan bahwa petugas kapal pengangkut tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti sepatu, tutup kepala, rompi, dan perlengkapan lainnya saat melakukan proses pengisian BBM.
Hal ini menjadi sorotan karena Pelabuhan Larantuka merupakan pelabuhan umum dengan prosedur keselamatan yang ketat.