hukum-kriminal

Akibat Tembok Penyanggah Kapel Roboh, Dua Warga Ndona di Kabupaten Ende Meninggal Dunia  

Kamis, 23 Mei 2024 | 18:31 WIB
Alat berat saat berada di lokasi kejadian.
 
 
REPORTASENTT.COM, ENDE- Akibat tembok penyanggah kapela Santo Petrus Lokoboko, Kelurahan Lokoboko di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende roboh, pada Rabu (22/05/2024) pukul 16.00 Wita, mengakibatkan dua warga tewas tertimbun material batu dan tanah setelah tembok penyanggah itu roboh.

Saat itu, kedua korban bersama puluhan umat Katolik di wilayah setempat mengerjakan perbaikan tembok penyokong Kapela Santo Petrus Lokoboko, Dua warga Kelurahan Lokoboko Kecamatan Ndona masing-masing diketahui bernama Patrianus Padi dan Philipus.

Kapolsek Ndona Iptu I Gede Wisna, S.H, bersama anggotanya mendapat informasi dari warga masyarakat Dusun Watutoro, Kelurahan Lokoboko langsung menuju ke lokasi kejadian.
 
Baca Juga: 3 Kasus Kriminal di Jakarta Pusat Diungkap, Salah Satunya Pencurian Ban Mobil yang Beredar di Medsos

Setibanya dilokasi kejadian Kapolsek Ndona bersama jajaran serta warga masyarakat melakukan upaya evakuasi terhadap kedua korban.

Setelah melakukan evakuasi mendapati kedua korban dalam keadaan tengkurap dan sudah tidak bernyawa lagi, kedua korban tersebut langsung dibawa ke rumah duka yang letaknya di depan lokasi pengerjaan galian fondasi baru tembok pengaman Kapela St. Petrus lokoboko, di Dusun Watutoro kelurahan Lokoboko Kecamatan Ndona.
 
Kapolsek Ndona, Iptu I Gede Wisna,S.H menjelaskan kejadian tersebut terjadi saat umat Katolik di Stasi Santo Petrus Lokoboko tengah mengerjakan tembok penyokong Kapela Santo Petrus Lokoboko.
 
Baca Juga: Nasib Apes Pelaku Pencurian Motor di Kupang, dari Mabuk Hingga Alami Lakalantas

"Umat yang kerja banyak hanya berada di tempat galian itu ada sekitar tiga orang, yang satu sempat lompat yang duanya itu yang sudah terlambat karena galiannya sudah dalam jadi terlambat loncat keluar," jelas Iptu I Gede Wisna.

Hasil dari keterangan beberapa saksi, lanjut dia, dipastikan korban yang meninggal dunia tertimbun material longsor hanya dua orang karena yang berada di lubang galian hanya tiga orang.

Iptu I Gede Wisna menambahkan material longsor tersebut merupakan tembok penyokong bangunan kapale Santo Petrus Lokoboko yang lama dan hendak diganti dengan tembok penyokong yang baru.
 
Baca Juga: Irlandia, Spanyol dan Norwegia Akui Negara Palestina, Israel Balas dengan Menarik Duta Besarnya dari Dublin, Madrid dan Oslo  

Jadi itu tertimbun bongkahan beton yang lama kita masih berkoordinasi dengan pihak keluarga apakah kedua korban dievakuasi ke RSUD Ende guna mendapat kepastian medis. 

Tags

Terkini