REPORTASENTT.COM, WDC- Sejarah baru terukir di lantai Senat Amerika Serikat. Cory Booker, senator Demokrat dari New Jersey, mencetak rekor pidato maraton yang berlangsung selama 25 jam 5 menit, mengguncang Washington dan membuat publik terpaku pada perkembangan yang terjadi di gedung parlemen.
Booker memulai pidatonya pada pukul 7 malam ET hari Senin dalam upaya untuk menyoroti dan memprotes bahaya yang menurutnya “serius dan mendesak” dari pemerintahan Donald Trump.
Namun, tak ada yang menyangka bahwa aksinya akan berlangsung selama lebih dari satu hari penuh tanpa jeda berarti.
Baca Juga: Kembalinya Bukayo Saka: Momen yang Menggetarkan Stadion dan Krisis di Lini Pertahanan Arsenal
Seiring berjalannya waktu, kelelahan mulai terlihat. Gerakan tubuhnya sedikit tersendat, suaranya bergetar, tetapi semangatnya tetap menyala.
Seiring berjalannya waktu, kelelahan mulai terlihat. Gerakan tubuhnya sedikit tersendat, suaranya bergetar, tetapi semangatnya tetap menyala.
Menariknya, di tengah pidato, Booker menghidupkan kembali pidato-pidato para Bapak Pendiri, pemimpin Hak Sipil, dan tokoh-tokoh parlemen yang pernah menentang McCarthyisme.
Ia berusaha menginspirasi rekan-rekannya untuk lebih tegas dalam menuntut pertanggungjawaban pemerintahan Trump.
Baca Juga: Uni Eropa Siapkan Langkah Mengejutkan Hadapi Tarif Trump, Negosiasi atau Perang Dagang?
Dalam momen ini, senator Chris Murphy dari Connecticut menyela pidato Booker dengan menyebut perbandingan yang mengejutkan.
Dalam momen ini, senator Chris Murphy dari Connecticut menyela pidato Booker dengan menyebut perbandingan yang mengejutkan.
“Apa yang Anda lakukan di sini hari ini, Senator Booker, tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di gedung ini pada tahun 1957,” kata Murphy, merujuk pada pidato terpanjang dalam sejarah Senat yang dilakukan oleh Strom Thurmond untuk menggagalkan Undang-Undang Hak Sipil.
“Hari ini, Anda bukan menghalangi kemajuan, tetapi menghalangi kemunduran," tambah dia.
Baca Juga: Junta Myanmar Dituding Halangi Bantuan Gempa, Ribuan Korban Terlantar di Tengah Serangan Udara
Namun, yang membuat aksi Booker semakin luar biasa adalah strategi ekstrem yang ia lakukan sebelum pidato.
Namun, yang membuat aksi Booker semakin luar biasa adalah strategi ekstrem yang ia lakukan sebelum pidato.
Demi memastikan dirinya tak perlu meninggalkan podium, Booker sengaja berpuasa dan mendehidrasi dirinya sendiri selama beberapa hari sebelum pidato.
Efeknya? Ia mengalami kejang otot saat berbicara, tetapi tetap bertahan hingga detik terakhir.
Baca Juga: Junta Myanmar Dituding Halangi Bantuan Gempa, Ribuan Korban Terlantar di Tengah Serangan Udara
“Sejak saya masuk Senat, saya selalu merasa ada bayangan aneh yang menyelimuti lembaga ini,” ujar Booker kepada CNN.
“Sejak saya masuk Senat, saya selalu merasa ada bayangan aneh yang menyelimuti lembaga ini,” ujar Booker kepada CNN.
“Pidato terpanjang dalam sejarah, segala isu yang muncul, semua tujuan mulia yang diperjuangkan, saya merasa aneh bahwa catatan itu masih dimiliki oleh seseorang seperti Thurmond. Dan sebagai seseorang yang tumbuh bersama legenda gerakan Hak Sipil, saya tahu bahwa ini adalah saatnya untuk mengubah sejarah," tambahnya lagi.
Dengan aksi luar biasa ini, Booker bukan hanya memecahkan rekor tetapi juga mengirimkan pesan yang menggema di seluruh negeri.
Dengan aksi luar biasa ini, Booker bukan hanya memecahkan rekor tetapi juga mengirimkan pesan yang menggema di seluruh negeri.
Artikel Terkait
Misteri Kayu Ilegal: Oknum Aparat Terlibat? Barang Bukti Disita, Dalang Diburu!
Junta Myanmar Dituding Halangi Bantuan Gempa, Ribuan Korban Terlantar di Tengah Serangan Udara
Dana Nasabah BRI Raib! Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Uni Eropa Siapkan Langkah Mengejutkan Hadapi Tarif Trump, Negosiasi atau Perang Dagang?
Kembalinya Bukayo Saka: Momen yang Menggetarkan Stadion dan Krisis di Lini Pertahanan Arsenal