Hingga Akhir Hayat, Tetap Rendah Hati: Paus Fransiskus Tolak Tiga Peti, Pilih Dimakamkan di Santa Maria Maggiore

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Senin, 21 April 2025 | 20:07 WIB
Inilah potret kesederhanaan Paus Fransiskus.  (Foto/ Vatikan News)
Inilah potret kesederhanaan Paus Fransiskus. (Foto/ Vatikan News)

Wafatnya Paus Fransiskus segera disambut ucapan duka dari berbagai pemimpin dunia.

“Dia menginspirasi jutaan orang, jauh melampaui Gereja Katolik, dengan kerendahan hati dan cintanya yang tulus bagi mereka yang kurang beruntung,” ujar Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen.

 Baca Juga: Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Serie A Italia Tunda Seluruh Pertandingan

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut kepergian Fransiskus sebagai "kehilangan pria hebat," sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenangnya sebagai sosok yang selalu berpihak pada mereka yang "paling rentan dan rapuh."

Dari Jerman, Kanselir Olaf Scholz menyebut Paus Fransiskus sebagai sosok yang "dibimbing oleh kerendahan hati dan iman".

Ucapan duka juga datang dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Pengusaha Sapi NTT Temui Ombudsman, Uji Petik di Balai Karantina Kupang Ungkap Ketidaksesuaian Berat Sapi

Wakil Presiden JD Vance yang beberapa waktu lalu sempat bertemu langsung dengan Paus di Roma, menyampaikan bahwa "hatinya berkumpul kepada umat Kristiani di seluruh dunia."

Perdana Menteri India Narendra Modi pun mengenang Paus Fransiskus sebagai "suar belas kasih" di tengah dunia yang penuh dengan kulit.

PBB, lewat Kepala HAM Volker Turk, turut memberikan penghormatan, menyebut Paus Fransiskus sebagai pemimpin moral dunia yang "selalu memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan martabat manusia."

 Baca Juga: Umat Katolik Dunia Berduka: Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun

Sebagai bentuk penghormatan, Italia menghentikan semua pertandingan Serie A, liga sepak bola yang sangat dicintai Paus Fransiskus.

Tak hanya dalam hal solidaritas sosial, masa kepemimpinan Fransiskus juga diwarnai oleh upaya keras mereformasi tata kelola Vatikan dan menangani skandal yang menampilkan seksi yang melibatkan sejumlah rohaniwan.

Meski begitu, langkah-langkah progresifnya sempat menimbulkan kontroversi, terutama dalam hal ajaran Gereja tentang aborsi, perceraian, dan komunitas LGBTQ.

 Baca Juga: Zulkifli Hasan Targetkan PAN Masuk Empat Besar di Pemilu 2029

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X