REPORTASENTT.COM, VATIKAN- Paus Fransiskus membuka Pintu Suci di Penjara Kompleks Baru Rebibbia, Roma, pada Sabtu (27/12).
Peristiwa ini merupakan kali pertama Pintu Suci dibuka di dalam penjara, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Yubileum Harapan 2025.
Paus Fransiskus memulai Yubileum dengan membuka Pintu Suci di Basilika Santo Petrus pada 24 Desember 2024.
Paus Fransiskus memulai Yubileum dengan membuka Pintu Suci di Basilika Santo Petrus pada 24 Desember 2024.
Namun, ia memilih penjara sebagai lokasi kedua untuk membuka Pintu Suci, sebuah langkah simbolis yang menggambarkan pentingnya harapan bagi semua orang, termasuk mereka yang berada di balik jeruji besi.
Baca Juga: Paus Fransiskus Tetapkan 2023 Sebagai Tahun Konsili: Penemuan Kembali Ajaran Vatikan II
"Saya ingin Pintu Suci kedua yang saya buka berada di penjara ini," ujar Paus Fransiskus di depan kapel Gereja Bapa Kami, di dalam kompleks penjara.
Dalam pidatonya, Paus menekankan pentingnya harapan, bahkan di tengah tantangan dan keterbatasan.
"Saya ingin Pintu Suci kedua yang saya buka berada di penjara ini," ujar Paus Fransiskus di depan kapel Gereja Bapa Kami, di dalam kompleks penjara.
Dalam pidatonya, Paus menekankan pentingnya harapan, bahkan di tengah tantangan dan keterbatasan.
"Saya ingin setiap orang memiliki kesempatan untuk membuka lebar pintu hati mereka dan memahami bahwa harapan tidak pernah mengecewakan," katanya.
Baca Juga: Panggilan Brent Gordon, SJ: Kisah Perjalanan Menjadi Bruder Jesuit
Setelah melalui Pintu Suci, Paus Fransiskus memimpin Misa di kapel penjara.
Setelah melalui Pintu Suci, Paus Fransiskus memimpin Misa di kapel penjara.
Dalam homilinya, ia mengingatkan para tahanan bahwa hati yang terbuka adalah dasar persaudaraan sejati.
“Ketika hati seseorang tertutup, ia menjadi keras seperti batu dan melupakan kelembutan,” ujar Paus, menantang para tahanan untuk tidak menyerah pada keputusasaan.
Paus juga menggunakan metafora jangkar untuk menjelaskan harapan.
Paus juga menggunakan metafora jangkar untuk menjelaskan harapan.
Baca Juga: Dari Pengungsi Vietnam ke Tradisi Natal: Perubahan Budaya dalam Keluarga Yvonne di Australia
“Harapan adalah jangkar di pantai, yang terkadang membuat tangan kita sakit ketika menarik tali, tetapi itu tetap memandu kita ke depan,” jelasnya.
Momen emosional terjadi di akhir Misa ketika para tahanan dan petugas penjara memberikan hadiah kepada Paus Fransiskus.
Momen emosional terjadi di akhir Misa ketika para tahanan dan petugas penjara memberikan hadiah kepada Paus Fransiskus.
Hadiah tersebut mencakup miniatur Pintu Suci, keranjang berisi kue dan keramik, serta lukisan Kristus sebagai Juruselamat karya mantan petugas penjara, Elio Lucente.
Sebagai tanda penghormatan, Paus memberikan penjara tersebut sebuah perkamen untuk memperingati kunjungannya.
Di akhir kunjungannya, Paus Fransiskus meminta doa dari para tahanan dan berjanji untuk terus mendoakan mereka.
Di akhir kunjungannya, Paus Fransiskus meminta doa dari para tahanan dan berjanji untuk terus mendoakan mereka.
“Ini bukan sekadar kiasan,” tegasnya, menutup hari itu dengan pesan harapan dan cinta kasih.
Baca Juga: Kapolresta Bandar Lampung Kunjungi Driver Ojek Online Korban Perampasan, Ada Bantuan yang Mengejutkan!
Pembukaan Pintu Suci di penjara ini mencerminkan visi Paus Fransiskus tentang inklusivitas dan belas kasih.
Pembukaan Pintu Suci di penjara ini mencerminkan visi Paus Fransiskus tentang inklusivitas dan belas kasih.
Langkah ini juga menjadi simbol harapan bagi semua orang, termasuk mereka yang merasa terpinggirkan.
Artikel Terkait
Oposisi Korea Selatan Ajukan Mosi Pemakzulan terhadap Penjabat Presiden Han Duck-soo, Krisis Politik Semakin Memanas
Dari Pengungsi Vietnam ke Tradisi Natal: Perubahan Budaya dalam Keluarga Yvonne di Australia
Pemerintah Dorong Kolaborasi Antarumat Beragama Lewat Natal Nasional 2024
Panggilan Brent Gordon, SJ: Kisah Perjalanan Menjadi Bruder Jesuit
Paus Fransiskus Tetapkan 2023 Sebagai Tahun Konsili: Penemuan Kembali Ajaran Vatikan II