Kotak Hitam Helikopter Black Hawk yang Tabrak Pesawat Komersial di Washington Ditemukan

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Sabtu, 1 Februari 2025 | 09:55 WIB
Foto ilustrasi Kotak Hitam Pesawat.
Foto ilustrasi Kotak Hitam Pesawat.


REPORTASENTT-  Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengonfirmasi telah menemukan "kotak hitam" dari helikopter militer AS Black Hawk yang mengalami kecelakaan tragis dengan pesawat komersial di Washington DC pada Rabu malam.
 
Perangkat perekam data penerbangan dan suara kokpit tersebut ditemukan dalam kondisi baik, meskipun insiden tersebut menewaskan 67 orang di kedua pesawat.

Anggota NTSB, Todd Inman, dalam konferensi pers pada, Jumatwaktu setempat, mengatakan pihaknya masih menganalisis data dari kotak hitam tersebut dan belum dapat merilis informasi lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan.
 
Baca Juga: Dugaan Korupsi SID, Saksi Ahli Bongkar Fakta di Persidangan: Agustinus Payong Boli Tak Terima Aliran Dana!

Sementara itu, perekam data penerbangan dari pesawat komersial juga telah ditemukan pada Kamis malam.
 
Meski data penerbangan dalam kondisi baik, perekam suara kokpit mengalami kerusakan akibat kemasukan air.
 
Tim investigasi tengah berupaya mengekstrak informasi dari perangkat tersebut dengan harapan mendapatkan gambaran lebih jelas tentang kejadian sebelum tabrakan.
 
Baca Juga: Karyawan Dapur MBG Tetap Dapat Bansos? Ini Penjelasan Mensos Saifullah Yusuf!

NTSB dan otoritas penerbangan lainnya masih melakukan wawancara dengan para saksi, termasuk petugas pengendali lalu lintas udara.
 
Wawancara akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan guna mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan.

Kecelakaan ini terjadi saat helikopter militer dan pesawat komersial American Airlines bertabrakan di udara dekat Bandara Reagan National. Seluruh 64 penumpang dan awak di dalam pesawat komersial, serta tiga kru helikopter, tewas.
 
 
 
Hingga saat ini, lebih dari 40 jenazah telah ditemukan di Sungai Potomac, tempat puing-puing pesawat jatuh. Upaya identifikasi korban masih terus dilakukan.

Menteri Perhubungan AS, Sean Duffy, mengumumkan bahwa Federal Aviation Administration (FAA) akan segera membatasi lalu lintas helikopter di sekitar Bandara Reagan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.
 
Pembatasan ini tidak berlaku bagi helikopter medis, penegak hukum, dan pertahanan udara, termasuk Marine One yang digunakan oleh Presiden AS.
 
Baca Juga: Ekonom Peraih Nobel Dunia Temui Sri Mulyani: Bahas Ekonomi dan Teknologi

Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, mantan Presiden AS, Donald Trump mengeluarkan pernyataan kontroversial.
 
Melalui media sosial, Trump mengklaim bahwa helikopter Black Hawk terbang terlalu tinggi sebelum tabrakan, melebihi batas yang diperbolehkan.
 
Klaim ini didukung oleh laporan ABC News yang menyebut bahwa helikopter berada di ketinggian 400 kaki, sementara batas yang ditetapkan adalah 200 kaki.

Trump juga menyinggung kebijakan keberagaman dalam administrasi penerbangan dan kontrol lalu lintas udara sebagai faktor penyebab kecelakaan, meski tanpa bukti yang jelas.
 
 
Pernyataan ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk anggota parlemen Demokrat, yang menuding Trump memanfaatkan tragedi ini untuk kepentingan politik.

Sementara itu, muncul laporan mengenai kemungkinan kurangnya jumlah petugas pengendali lalu lintas udara yang bertugas pada malam kejadian.
 
Beberapa sumber menyebutkan, jumlah petugas yang menangani lalu lintas udara di Bandara Reagan seharusnya dua kali lipat lebih banyak untuk menghindari potensi kecelakaan.
 
 
Laporan awal FAA menyebutkan bahwa peran koordinasi lalu lintas helikopter dan pesawat telah digabungkan saat insiden terjadi.

Namun, menurut Todd Inman dari NTSB, belum ada kesimpulan apakah jumlah petugas yang terbatas berkontribusi terhadap kecelakaan.
 
“Yang jelas, kita menghadapi tragedi besar. Kami akan terus menyelidiki untuk memastikan hal serupa tidak terjadi lagi di masa depan,” ujar Inman dengan nada emosional saat diwawancarai di acara Good Morning America.
 

Angkatan Darat AS tercatat mengalami peningkatan jumlah insiden penerbangan serius dalam setahun terakhir.
 
Data menunjukkan ada 15 insiden penerbangan dan dua insiden darat yang menyebabkan kematian personel serta kerusakan pesawat dengan nilai lebih dari USD 2,5 juta.
 
Insiden terbaru ini semakin menyoroti perlunya peningkatan standar keselamatan dalam penerbangan militer maupun komersial di AS.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X