REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Hari ini Mahkama Konstitusi menggelar sidang pembacaan putusan sengketa hasil Pemilihan Presiden 2024.
Sengketa Pilpres ini digugat oleh pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan pasangan 03 Ganjar Pranowo- Mahfud MD.
Dalam sidang putusan di Jakarta, Presiden Joko Widodo, pada Senin, (22/4/2024), meninjau panen raya jagung di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Baca Juga: Diburu 3 Hari, Pelaku Pembacokan di Alor Ditangkap Polisi
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa produksi jagung nasional terus meningkat dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Impor jagung nasional kata Presiden, telah mengalami penurunan yang signifikan dari 3,5 juta ton menjadi 400-450 ribu ton.
Namun, Presiden mengingatkan perlu adanya peningkatan harga jagung per kilogramnya.
“Tahun lalu bisa mencapai Rp8 ribu sekarang turun menjadi sekitar Rp4 ribu sampai Rp5 ribu per kilogram. Ini menunjukkan bahwa produksi kita melimpah. Kita harapkan dua-duanya, produksinya naik, tetapi harganya juga meningkat,” ujarnya.
Presiden juga menekankan pentingnya pembelian oleh Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan pendapatan petani. Mengenai musim panas dan potensi gagal panen, Presiden menyampaikan bahwa situasi masih terkontrol.
Selama kunjungan, Presiden Jokowi juga mengungkapkan kekagumannya terhadap lanskap pertanian di Boalemo yang dominan dengan tanaman jagung dan kelapa. “Banyak jagungnya dan juga banyak kelapa yang saya lihat dari atas,” kata Presiden.
Baca Juga: Kalahkan Yordania, Garuda Muda Indonesia Ukir Sejarah Lolos ke 8 Besar Piala Asia U-23
Untuk mendukung peningkatan produktivitas, Presiden menginstruksikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memastikan ketersediaan bibit dan pupuk tepat waktu serta memadai. Ia juga menitipkan pesan penting tentang perlunya penerapan sistem terasering di area bukit untuk mencegah erosi dan sedimentasi.
“Kita melihat dari atas maupun setelah mendarat, penanaman jagung, terutama yang di bukit-bukit harus memakai sistem terasering karena di sungai saya lihat sedimentasinya sudah sangat coklat sekali. Ini yang harus dilakukan, enggak apa-apa tapi harus dimulai pelan-pelan,” jelas Jokowi.
Artikel Terkait
Keppres Penetapan Keanggotaan Satgas Anti Pencucian Uang Resmi Diterbitkan Presiden
Mantan Wakil Presiden Ekuador yang Ditangkap Dibawa ke Rumah Sakit
Didampingi Iriana Jokowi, Presiden Tunaikan Salat Idulfitri 1445 Hijriah di Masjid Istiqlal
Presiden Jokowi dan Mantan Perdana Menteri Inggris Bahas Sejumlah Hal di Istana Merdeka
Karena Cuitan Ini, Elon Musk Dijadikan Pahlawan Oleh Pendukung Mantan Presiden Brasil