Penjarahan Kediaman Sri Mulyani: Dari Aba-aba Kembang Api hingga Evakuasi Barang

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Senin, 1 September 2025 | 06:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan dalam sidang penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (PHPU Presiden) Tahun 2024 pada Jumat (5/4/2024). (Humas/Ifa)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan dalam sidang penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (PHPU Presiden) Tahun 2024 pada Jumat (5/4/2024). (Humas/Ifa)

 
 
REPORTASENTT.COM, JAKARTA-   Kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, dijarah massa tak dikenal pada dini hari, Minggu (31/8).
 
Peristiwa tersebut berlangsung dalam dua gelombang dan disertai pola koordinasi yang diduga terencana.
 

Penjarahan pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, diikuti gelombang kedua yang lebih besar pada pukul 03.30 WIB.
 
 
 
 
 
Gelombang kedua disebut melibatkan ratusan hingga mendekati seribuan orang.


Saksi mata menyebut adanya aba-aba berupa kembang api sebelum massa menyerbu masuk ke komplek perumahan.
 
 
Sejumlah barang berharga raib, mulai dari televisi, perhiasan, lukisan, hingga perlengkapan rumah tangga.
 
 
 
 


Saat kejadian, Sri Mulyani tidak berada di rumah. Hanya ada staf keamanan serta satu hingga dua anggota keluarga yang sempat dievakuasi.


Meski tidak ada korban jiwa maupun kerusakan signifikan pada bangunan, sejumlah barang masih harus dievakuasi.
 
 
Pada pagi harinya, dua truk putih masuk ke lokasi untuk mengangkut sisa perabotan, meski belum jelas kemana barang-barang itu dibawa.
 
 
 
 


Aparat TNI Angkatan Darat kini menjaga kediaman Sri Mulyani secara ketat. Akses komplek perumahan juga ditutup dengan portal guna mencegah insiden serupa.


Insiden ini terjadi di tengah gelombang demonstrasi nasional menolak kebijakan pemerintah, khususnya terkait tunjangan hunian sebesar USD 3.000 per bulan bagi anggota DPR.
 
 
 
Penolakan publik atas kebijakan itu memicu protes yang meluas dan berujung pada penjarahan.
 
 
 


Presiden Prabowo Subianto menyebut situasi ini mengandung unsur makar dan terorisme. Ia memerintahkan aparat kepolisian dan militer untuk mengambil tindakan tegas dalam menertibkan kericuhan.

Imbas sosial-ekonomi juga terasa.
 
Indeks bursa anjlok 1,5 persen, sementara rupiah melemah sekitar 0,8 persen terhadap dolar AS.
 
 
 Baca Juga: Ini Alasan Kabagops Polresta Kupang Kota Diganti

Ringkasan Kejadian dan fakta; 
Waktu dan Lokasi: 31 Agustus 2025, dini hari, Bintaro, Tangerang Selatan
  • Pelaku: Massa tak dikenal, ratusan hingga mendekati seribu orang
  • Barang Hilang: Elektronik, lukisan, perhiasan, pakaian, alat makan, perabot rumah tangga
  • Korban/Kerusakan: Tidak ada korban jiwa, bangunan utama relatif utuh
  • Respon Aparat: Evakuasi barang, penjagaan TNI, pemasangan portal keamanan
  • Latar Belakang: Aksi protes terkait kebijakan tunjangan DPR

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X