REPORTASENTT.COM, LARANTUKA-Dua anggota TNI dari Kodim 1624/Flores Timur membubarkan aksi konvoi pelajar SMAN 1 Larantuka yang terjadi usai euforia pertandingan sepak bola, Selasa (16/12/2025).
Aksi konvoi tersebut berlangsung di ruas jalan tepat di depan Kantor Bupati Flores Timur dan sempat mengganggu arus lalu lintas.
Sejumlah pelajar terlihat memadati badan jalan sambil mengendarai sepeda motor, sehingga menyebabkan kemacetan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Baca Juga: Langkah Diam- diam Ombudsman NTT, Satukan 10 Instansi Kunci Awasi Pelayanan Publik
Seorang warga bernama Sutomo Hurint mengaku tertahan cukup lama akibat konvoi tersebut. Ia juga menyaksikan adanya insiden tabrakan antarpelajar saat aksi berlangsung.
“Saya tertahan cukup lama. Bahkan sempat ada yang saling tabrak sesama mereka,” ujar Sutomo kepada wartawan.
Dua anggota Kodim 1624/Flotim yang kebetulan melintas menggunakan kendaraan dinas jenis ranger turut terdampak kemacetan.
Baca Juga: Tak Menunggu Bantuan, Warga Beutong Ateuh Lakukan Aksi Berani Demi Keluar dari Isolasi
Melihat kondisi jalan yang semakin padat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, keduanya turun dari kendaraan dan berupaya membubarkan massa pelajar yang tengah bereuforia di tengah jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan tidak tampak satu pun guru maupun pihak sekolah yang mendampingi para pelajar saat melakukan aksi euforia pascapertandingan tersebut.
Kedua anggota TNI itu mengambil langkah persuasif dengan membubarkan konvoi guna mencegah kemacetan yang lebih parah serta meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Dialog Empat Pilar MPR RI di Solor, Warga Lewograran Soroti Etika Politik dan Pemangkasan Dana Desa
Namun, setelah aparat TNI meninggalkan lokasi, sejumlah pelajar dilaporkan masih melanjutkan konvoi hingga sekitar pukul 18.07 WITA.
Artikel Terkait
Gas Pol di Jalur 40, RX King Berknalpot Brong di Kupang Kabur Saat Polisi Datang
Tanah Longsor Sempat Tutup Jalan EndeāMaumere, Warga Diimbau Waspada
Gagal Kabur Saat Balap Liar, Pemotor Tabrak Anggota Satlantas Polresta Kupang Kota
Langkah Diam- diam Ombudsman NTT, Satukan 10 Instansi Kunci Awasi Pelayanan Publik
Tak Menunggu Bantuan, Warga Beutong Ateuh Lakukan Aksi Berani Demi Keluar dari Isolasi