Psikolog Ungkap Makna Surat Terakhir Bocah SD di NTT Sebelum Gantung Diri

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 11:05 WIB
Foto surat almahrum. (Desgn by Onepic)
Foto surat almahrum. (Desgn by Onepic)

 

REPORTASENTT.COM, BAJAWA- Seorang siswa kelas IV SD berinisial YBR (10) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri.



Aparat menemukan sepucuk surat perpisahan di lokasi kejadian. Surat tersebut ditujukan kepada ibu korban serta ditulis memakai bahasa daerah Bajawa.



Dalam isi surat, YBR menyebut ibunya bersikap pelit serta meminta agar kepergiannya tidak perlu ditangisi.

Baca Juga: Administrasi yang Membunuh: Di Balik Kematian Siswa SD di Ngada, Negara Absen Melindungi Anak

 

Polisi mengamankan surat itu sebagai barang bukti saat proses evakuasi jenazah dari pohon cengkih.



Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Marini, memandang pesan tersebut mencerminkan tekanan emosi berat pada anak usia sekolah dasar.



Ia menilai ungkapan “Mama pelit sekali” menggambarkan rasa terluka serta perasaan penolakan emosional yang dialami korban secara mendalam.

 

Baca Juga: Tragedi Siswa SD di Ngada, Rieke Diah Pitaloka Bongkar Masalah Besar di Balik Data Bansos Negara



Tekanan ekonomi berkepanjangan, menurut Marini, sering membuat orang tua lebih tegang serta kurang responsif secara emosional.

 

Anak yang peka dapat menangkap perubahan sikap tersebut lalu menafsirkannya sebagai tanda dirinya menjadi beban keluarga.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X