Psikolog Ungkap Makna Surat Terakhir Bocah SD di NTT Sebelum Gantung Diri

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 11:05 WIB
Foto surat almahrum. (Desgn by Onepic)
Foto surat almahrum. (Desgn by Onepic)



Marini menjelaskan anak usia 10 tahun belum memiliki kesiapan mental untuk memahami persoalan berat seperti kemiskinan.

 

Baca Juga: Mediasi 5 Februari 2026: Yayasan Papa Miskin RS Bukit Lewoleba Akui Skorsing Agustina Ilegal

 

Tanpa pendampingan, masalah orang dewasa diproses memakai sudut pandang sederhana serta hitam-putih.

Ia mengingatkan pentingnya kepekaan keluarga maupun sekolah terhadap perubahan perilaku sekecil apa pun, karena bisa menjadi sinyal peringatan dini.

Kehadiran emosional stabil membantu anak memahami persoalan hidup berada di luar tanggung jawab mereka.

 

Baca Juga: Tanpa Papan Proyek, Lapen 2025 di Tengku Lawar Manggarai Timur Belum Dikerjakan hingga 2026

Pada bagian akhir, Marini menyimpulkan isi surat YBR memperlihatkan akumulasi tekanan psikologis, rasa bersalah, serta kesalahpahaman emosional yang tidak tersalurkan secara aman.

Jika seseorang menunjukkan gejala depresi atau keinginan mengakhiri hidup, bantuan profesional perlu segera dicari. Layanan darurat Kementerian Kesehatan tersedia melalui nomor 119. (um-surabaya.ac.id)

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X