Tantangan Infrastruktur dan SDM
LKA.RI menilai penurunan lebih signifikan membutuhkan pembenahan pada sejumlah sektor.
Tantangan utama meliputi kesenjangan akses antarwilayah, seperti keterbatasan jalan dan jembatan penghubung, layanan telekomunikasi, serta distribusi barang dan jasa.
Selain itu, sektor informal juga dinilai masih lemah, mulai dari kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan hidup (life skill), hingga keterbatasan modal usaha dan tingginya angka pengangguran.
“Jika ingin mencapai penurunan kemiskinan di atas dua persen, persoalan infrastruktur dasar dan penguatan kapasitas masyarakat harus ditangani lebih serius,” tutur dr. Novi.
Ia mendorong pemerintah daerah memberi perhatian lebih pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, buruh kecil, pertukangan, serta pekerja serabutan yang menjadi tulang punggung mayoritas penduduk Flores Timur.
“Ketika sektor-sektor ini sejahtera, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan ikut terdorong dan angka kemiskinan bisa ditekan secara berkelanjutan,” katanya.
Survei Kepuasan Publik
Artikel Terkait
Gelombang Dukungan Keluarga Menguat untuk Bidan Aty di Tengah Konflik dengan RS Bukit Lewoleba
Piche Kota Mengeluh Sakit Usai Ditangkap, Jalani Observasi Medis di RSUD Atambua
Skema Baru TPG 2026 Dinilai Belum Tuntas, PGRI Flores Timur Soroti Ketidakpastian Sistem
Di Balik Skorsing Bidan RS Bukit Lewoleba: Dugaan Ajakan Personal Wakil Direktur hingga Permintaan Nomor Rekening Mencuat
Diduga Gelapkan Motor Gadai, Anggi Diaz Alfi Dilaporkan ke Polres Flores Timur