Kemiskinan Flores Timur Turun 0,37 Persen, LKARI Apresiasi Kinerja Bupati Doni Dihen–Ignas Uran

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Selasa, 3 Maret 2026 | 06:18 WIB
Penyambutan Bupati dan wakil bupati Flores Timur. (Foto Humas)
Penyambutan Bupati dan wakil bupati Flores Timur. (Foto Humas)

Tantangan Infrastruktur dan SDM

LKA.RI menilai penurunan lebih signifikan membutuhkan pembenahan pada sejumlah sektor.

Tantangan utama meliputi kesenjangan akses antarwilayah, seperti keterbatasan jalan dan jembatan penghubung, layanan telekomunikasi, serta distribusi barang dan jasa.

Selain itu, sektor informal juga dinilai masih lemah, mulai dari kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan hidup (life skill), hingga keterbatasan modal usaha dan tingginya angka pengangguran.

 

Baca Juga: Polemik Skorsing Agustina Sabu Beda di RS Bukit Lewoleba, Pernyataan Piter Payong Berubah di Hadapan Disnaker

 

“Jika ingin mencapai penurunan kemiskinan di atas dua persen, persoalan infrastruktur dasar dan penguatan kapasitas masyarakat harus ditangani lebih serius,” tutur dr. Novi.

Ia mendorong pemerintah daerah memberi perhatian lebih pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, buruh kecil, pertukangan, serta pekerja serabutan yang menjadi tulang punggung mayoritas penduduk Flores Timur.

Logo Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat Indonesia (LKA.RI). (Foto/ist)

“Ketika sektor-sektor ini sejahtera, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan ikut terdorong dan angka kemiskinan bisa ditekan secara berkelanjutan,” katanya.

 

Baca Juga: Sengketa Bidan Aty dan Yayasan Gereja Milik Keuskupan Larantuka, Jalur Kekeluargaan Didorong Hindari Proses Hukum

 

Survei Kepuasan Publik

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X