LKA.RI juga melakukan survei kepuasan publik terhadap kinerja kepala daerah pada tahun pertama masa jabatan.
Survei menggunakan metode multistage random sampling terhadap 620 responden di 19 kecamatan.
Hasilnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Bupati dan Wakil Bupati mencapai 50,9 persen.
Baca Juga: Konsumsi Miras hingga Ganggu Warga, Enam Pekerja di Kota Kupang Ini Diamankan Polsek Maulafa
Responden paling banyak menyatakan puas pada sektor kesehatan, terutama pengaktifan Rumah Sakit Adonara dan RS Pratama Solor, serta sektor pendidikan.
Sementara itu, aspek yang dinilai perlu perbaikan meliputi penanganan bencana yang dianggap lambat, kondisi infrastruktur yang belum memadai, serta belum terpadunya kinerja birokrasi.
Kajian tersebut dilakukan selama tiga bulan terakhir dengan melibatkan akademisi, aktivis, dan mahasiswa.
Baca Juga: Spesialis Gasak Mesin Mobil, Jejak Komplotan Remaja Ini Terendus di Sejumlah Bengkel Kupang
Penelitian menggunakan metode campuran (mixed method) dengan analisis statistik deskriptif untuk menghasilkan interpretasi dan laporan komprehensif.
Blueprint Pembangunan
LKA.RI berencana menyusun hasil kajian dalam bentuk blueprint pembangunan jangka menengah Flores Timur dan akan menyampaikannya kepada pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan dan revisi APBD setiap tahun.
“Kami ingin hasil kajian ini menjadi referensi pembangunan yang terarah dan terukur dalam upaya menekan kemiskinan,” kata dr. Novi.
Artikel Terkait
Gelombang Dukungan Keluarga Menguat untuk Bidan Aty di Tengah Konflik dengan RS Bukit Lewoleba
Piche Kota Mengeluh Sakit Usai Ditangkap, Jalani Observasi Medis di RSUD Atambua
Skema Baru TPG 2026 Dinilai Belum Tuntas, PGRI Flores Timur Soroti Ketidakpastian Sistem
Di Balik Skorsing Bidan RS Bukit Lewoleba: Dugaan Ajakan Personal Wakil Direktur hingga Permintaan Nomor Rekening Mencuat
Diduga Gelapkan Motor Gadai, Anggi Diaz Alfi Dilaporkan ke Polres Flores Timur