REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pernyataan terbuka RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka terkait Insiden Keselamatan Pasien yang menimpa Ny. Novita dan Bayinya dari Desa Muda, Kecamatan Klubagolit, yang terjadi pada tanggal 16 Maret 2024 di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka.
"Atas nama keluarga besar RSUD dr. Hendrikus Larantuka menyampaikan turut berbelasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Ibu dan Bayi ini. Dan kami terus berdoa semoga keluarga yang dtinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," kata dokter Dokter Yosep Kopong Daten, kepada wartawan, Selasa (23/4/2024).
Menyikapi opini yang berkembang di tengah masyarakat bahwa RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka terkesan lambat dan menutup-nutupi informasi mengenai insiden ini, dokter Yosep dihadpaan para awak media mengatakan, hal ini terjadi karena pihaknya harus berhati-hati dalam mengambil sikap sembari menunggu hasil kerja dari tim pengkaji audit maternal perinatal.
Baca Juga: Cemburu Mantan Istri Punya Kekasih Baru, Pria Asal Mataram Nekat Lakukan Hal Ini!
"Garis besar kronologis insiden Ny. Novi dirujuk oleh Puskesmas Lambunga ke polikilinik kandungan pada tanggal 14 Maret 2024 dengan diagnosa medis G2P1A0 (kehamilan kedua, persalinan 1 kali, tidak ada abortus) Umur kehamilan 40-41 minggu plus serotinus," kata Dokter Yosep.
Kemudian kata dia, Novi dirujuk internal ke ruangan bersalin (VK).
Di ruangan VK pasien mendapatkan penanganan diberikan obat untuk pematangan servix karena belum ada pembukaan jalan lahir.
Baca Juga: Sempat Jatuh, iPhone 15 Milik WNA Asal Brasil di Gili Meno Dikembalikan
"Setelah diberikan obat ini terjadi kematangan servix maka pada tanggal 16 Maret 2024 jam 11.15 Wita diberikan induksi persalinan berupa drip oxitosin, dan pada jam 18.30 terjadi pembukaan jalan lahir lengkap (10 cm) namun kepala bayi tidak turun ke dasar panggul maka dilakukan persalinan dengan tindakan ekstraksi vakum," jelasnya.
Ditambahkan Yosep, setelah persalinan, secara spontan terjadi perdarahan hebat pada ibu sehingga menimbulkan insiden ini.
Berdasarkan insiden ini maka kata dokter Yosep, manajamen RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka melakukan investigasi internal oleh Tim Insiden Keselamatan Pasien dan hasilnya diberikan kepada Komite Mutu, kemudian komite mutu membentuk tim Pencari Akar Masalah (Root Cause Analisis), dan berkoordinasi dengan Tim Audit Maternal Perinatal Surveilance Respon (AMP SR) di Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur untuk melakukan audit eksternal.
Baca Juga: Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korbannya Meninggal Dunia di Pekalongan Diringkus Polisi
Berdasarkan kesimpulan Audit Maternal Perinatal bahwa penyebab kematian ini kata dokter, adalah perdarahan pasca persalinan.
Dari hasil tersebut itu telah direkomendasikan kepada manajemen RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka untuk melakukan perbaikan mutu pelayanan.
Artikel Terkait
Mantan Wakil Presiden Ekuador yang Ditangkap Dibawa ke Rumah Sakit
Hari Ketiga Pencarian, Korban Sampan Terbalik di Flores Timur Ditemukan Meninggal Dunia
Kebakaran di Mampang Telah Dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Tujuh Korban Meninggal Dunia
Korban Kebakaran di Mampang Telah Dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Tujuh Meninggal Dunia
Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korbannya Meninggal Dunia di Pekalongan Diringkus Polisi