"Atau karena kantornya di pusat ibu kota sehingga di daerah kabupaten terasa jauh? Jika ada kendala terkait realisasi TPG, baiknya sebagai pemimpin yang bijaksana, berikan penjelasan yang transparan kepada guru apa masalahya sehingga TPG belum bisa direalisasikan. Jika ada penjelasan, tentu para guru juga akan memaklumi, namun kondisi hari ini tidak ada penjelasan sama sekali," katanya.
Anggota Asosiasi dan Keahlian Sejenis (APKS) Pengurus Besar (PB) PGRI inipun selanjutnya menaru harap kepada Anggota DPRD Propinsi NTT untuk bersuara.
"Para anggota DPRD Propinsi NTT kami harapkan juga membuka suara atas kondisi ini. TPG Triwulan dua bagi para guru SMA/K dan SLB mestinya sudah direalisasikan kepada para guru. Jika belum direalisasikan, kendalanya di mana? Mesti dijelaskan," tegasnya.
Baca Juga: Dua Pemuda di Jayapura Diringksu Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya!
Aspirasi para guru ini telah disampaikan secara resmi oleh PGRI Kabupaten Flotim kepada pihak terkait, dan Maksi berharap ada respon cepat dan tepat untuk menyelesaikan masalah ini.
Artikel Terkait
Polisi Olah TKP Penemuan Mayat Pria 52 Tahun di Gangga Lombok Utara
Dua Pemuda di Jayapura Diringksu Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya!
Beritakan Dugaan Jual Beli Kuota Haji dan Suap Miliar Rupiah Kepada anggota DPR, MKD Minta Media Tempo Klarifikasi
Viral, Terima Orderan Makanan Sambil Telanjang, Pria di Bandung Diringkus Polisi
Orang Tua Calon Taruna Akpol Dihimbau Waspadai Penipuan Modus Kuota Susulan