Di Tengah Hujan Pasir dan Kerikil, Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki- laki Lakukan Evakuasi Mandiri untuk Selamatkan Diri

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Jumat, 8 November 2024 | 19:18 WIB
Gunung Lewotobi Laki-laki saat erupsi. (Foto PVMBG)
Gunung Lewotobi Laki-laki saat erupsi. (Foto PVMBG)

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Gunung api Lewotobi laki- laki kembali bergemuruh.

Dari puncaknya, kolom abu kelabu membumbung hingga 4000 m di atas puncak (± 5584 m di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya, barat dan barat laut.

 Baca Juga: Kemenhub Perintahkan Pemantauan Bandara di Sekitar Gunung Lewotobi Pasca- Erupsi

Saat laporan ini dibuat oleh petugas, erupsi masih berlangsung.

Suara gemuruh terdengar nyaring, bersahutan dengan lontaran material yang jatuh menghujani jalanan, menyelimuti setiap sudut wilayah sekitar dalam debu dan kesunyian yang mencekam.

Di tengah situasi genting, para petugas pos pengamatan Gunung Lewotobi Laki- laki harus melakukan evakuasi mandiri.

 Baca Juga: BNPB Pastikan Kenyamanan Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi, Lukmansyah: Belajar dari Kasus Semeru  

Anselmus Bobyson Lamanepa, salah satu petugas, pada postingan facebooknya mengungkapkan bahwa mereka tak lagi mampu bekerja maksimal akibat hujan abu dan kerikil yang terus berjatuhan.

"Kami di Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki- laki sudah evakuasi mandiri, karena hujan pasir dan kerikil mulai lebat," kata Boby.

Erupsi yang terekam itu tak hanya meninggalkan bekas abu dan jalan yang penuh debu, tetapi juga keheningan mendalam.

 Baca Juga: Pengoplosan Gas Elpiji di Indramayu, Lima Pelaku dan Ribuan Tabung Gas Diamankan Polisi

Lorong- lorong yang biasa ramai kini tampak sepi, tertutup abu kelabu yang tebal.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X