REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Gunung api Lewotobi laki- laki kembali bergemuruh.
Dari puncaknya, kolom abu kelabu membumbung hingga 4000 m di atas puncak (± 5584 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya, barat dan barat laut.
Baca Juga: Kemenhub Perintahkan Pemantauan Bandara di Sekitar Gunung Lewotobi Pasca- Erupsi
Saat laporan ini dibuat oleh petugas, erupsi masih berlangsung.
Suara gemuruh terdengar nyaring, bersahutan dengan lontaran material yang jatuh menghujani jalanan, menyelimuti setiap sudut wilayah sekitar dalam debu dan kesunyian yang mencekam.
Di tengah situasi genting, para petugas pos pengamatan Gunung Lewotobi Laki- laki harus melakukan evakuasi mandiri.
Baca Juga: BNPB Pastikan Kenyamanan Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi, Lukmansyah: Belajar dari Kasus Semeru
Anselmus Bobyson Lamanepa, salah satu petugas, pada postingan facebooknya mengungkapkan bahwa mereka tak lagi mampu bekerja maksimal akibat hujan abu dan kerikil yang terus berjatuhan.
"Kami di Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki- laki sudah evakuasi mandiri, karena hujan pasir dan kerikil mulai lebat," kata Boby.
Erupsi yang terekam itu tak hanya meninggalkan bekas abu dan jalan yang penuh debu, tetapi juga keheningan mendalam.
Baca Juga: Pengoplosan Gas Elpiji di Indramayu, Lima Pelaku dan Ribuan Tabung Gas Diamankan Polisi
Lorong- lorong yang biasa ramai kini tampak sepi, tertutup abu kelabu yang tebal.
Artikel Terkait
Polresta Cirebon Ungkap 4 Kasus TPPO dan Judol
Pengoplosan Gas Elpiji di Indramayu, Lima Pelaku dan Ribuan Tabung Gas Diamankan Polisi
Jaga Stabilitas Politik dan Keamanan: Menko Polhukam Serukan Kepala Daerah untuk Dukung Program Prioritas Presiden dan Wakil Presiden
BNPB Pastikan Kenyamanan Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi, Lukmansyah: Belajar dari Kasus Semeru
Kemenhub Perintahkan Pemantauan Bandara di Sekitar Gunung Lewotobi Pasca- Erupsi