Boby pun menghimbau masyarakat dan wisatawan untuk menjauhi area dalam radius 7 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki, serta sektoral 8 km pada arah Barat Daya - Barat Laut, sesuai jalur bahaya yang ditetapkan.
"Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya," kata dia.
Ia juga mengingatkan, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki- laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai- sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki- laki, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
"Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan," kata dia.
Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
Baca Juga: Inilah Daftar Gunung Api di NTT yang Masuk dalam Lingkaran Cincin Api Pasifik
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki.
Artikel Terkait
Polresta Cirebon Ungkap 4 Kasus TPPO dan Judol
Pengoplosan Gas Elpiji di Indramayu, Lima Pelaku dan Ribuan Tabung Gas Diamankan Polisi
Jaga Stabilitas Politik dan Keamanan: Menko Polhukam Serukan Kepala Daerah untuk Dukung Program Prioritas Presiden dan Wakil Presiden
BNPB Pastikan Kenyamanan Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi, Lukmansyah: Belajar dari Kasus Semeru
Kemenhub Perintahkan Pemantauan Bandara di Sekitar Gunung Lewotobi Pasca- Erupsi