REPORTASENTT.COM, LONDON- Emirates Stadium, tempat Arsenal menciptakan sejarah gemilang saat membungkam Real Madrid 3-0 di leg pertama perempat final Liga Champions, berubah menjadi panggung kekecewaan pada Sabtu malam.
Dalam laga yang tampak lebih datar dan minim urgensi, The Gunners ditahan imbang 1-1 oleh Brentford dalam lanjutan Liga Primer Inggris.
Pertandingan ini berjalan jauh dari hiruk-pikuk penuh emosi saat menjamu Madrid.
Pertandingan ini berjalan jauh dari hiruk-pikuk penuh emosi saat menjamu Madrid.
Pelatih Mikel Arteta melakukan lima rotasi pemain, seolah ingin memberi nafas bagi timnya jelang leg kedua di Santiago Bernabeu.
Tapi strategi ini justru menghadirkan tantangan baru.
Arsenal kehilangan ritme. Hingga menit ke-60, pertandingan nyaris tanpa percikan.
Arteta pun bersiap memainkan trio pengubah permainan: Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan wonderkid Myles Lewis-Skelly.
Namun sebelum ketiganya sempat masuk, bintang yang sedang bersinar, Declan Rice, kembali jadi pembeda.
Namun sebelum ketiganya sempat masuk, bintang yang sedang bersinar, Declan Rice, kembali jadi pembeda.
Setelah mengamankan operan dari kiper David Raya, Rice melakukan sprint sejauh setengah lapangan, menggiring bola melewati lini tengah Brentford, menarik bek lawan, dan menyodorkan assist manis kepada Thomas Partey yang menuntaskannya menjadi gol pembuka.
Emirates sempat bersorak, tapi itu tidak bertahan lama.
Brentford, yang tampil impresif dalam laga tandang akhir-akhir ini, menunjukkan ketangguhan.
Brentford, yang tampil impresif dalam laga tandang akhir-akhir ini, menunjukkan ketangguhan.
Meski kalah dominasi, mereka justru menciptakan gol balasan lewat serangan cepat.
Dari situasi sepak pojok Arsenal yang gagal diantisipasi, bola jatuh ke Bryan Mbeumo yang menyodorkan umpan silang kepada Nathan Collins.
Sundulannya mengarah ke tiang jauh dan Yoane Wissa, predator andalan Brentford, memutar tubuh dan mencetak gol ke-15-nya musim ini.
Skor berubah menjadi 1-1, dan suasana di Emirates kembali sunyi.
Baca Juga: Gelap Mata karena Hal Ini, Pria 64 Tahun Bobol Brankas Adik Iparnya Sendiri
Drama berlanjut ketika Arsenal harus bermain dengan 10 orang setelah Jorginho ditarik keluar karena cedera. Ironisnya, Partey, sang pencetak gol, juga lebih dulu ditarik keluar karena mengeluhkan ketegangan otot.
Drama berlanjut ketika Arsenal harus bermain dengan 10 orang setelah Jorginho ditarik keluar karena cedera. Ironisnya, Partey, sang pencetak gol, juga lebih dulu ditarik keluar karena mengeluhkan ketegangan otot.
Arteta mengakui kondisinya belum pasti untuk laga penting kontra Madrid.
“Kami belum tahu. Tim medis akan mengevaluasi,” ujarnya singkat.
Baca Juga: Raja Trump Main Golf Saat Ekonomi AS Terpuruk: Tidak Relevan atau Tidak Peduli?
Ketegangan sempat memuncak di babak pertama, ketika kapten Brentford, Christian Norgaard, menjegal Gabriel Martinelli dengan tekel keras yang disebut sang winger “berpotensi mematahkan kaki”.
Ketegangan sempat memuncak di babak pertama, ketika kapten Brentford, Christian Norgaard, menjegal Gabriel Martinelli dengan tekel keras yang disebut sang winger “berpotensi mematahkan kaki”.
Arteta bereaksi keras, sementara Norgaard mencoba meminta maaf saat jeda, tapi ditolak Martinelli.
Pertandingan ini menampilkan eksperimen taktik dari Arteta. Partey diplot sebagai bek kanan, Zinchenko berperan sebagai playmaker, dan Kieran Tierney nyaris mencetak gol melalui sundulan, namun sayang, VAR membatalkan karena offside.
Pertandingan ini menampilkan eksperimen taktik dari Arteta. Partey diplot sebagai bek kanan, Zinchenko berperan sebagai playmaker, dan Kieran Tierney nyaris mencetak gol melalui sundulan, namun sayang, VAR membatalkan karena offside.
Baca Juga: Sidak Diam- diam di Rutan Lombok Utara: 15 Tahanan Diperiksa, AKBP Agus Purwanta Ungkap Hal Ini!
Sayangnya, meski menciptakan peluang melalui Saka yang nyaris memanfaatkan blunder kiper Brentford, Arsenal gagal menambah keunggulan.
Sayangnya, meski menciptakan peluang melalui Saka yang nyaris memanfaatkan blunder kiper Brentford, Arsenal gagal menambah keunggulan.
Di sisi lain, Brentford pulang dengan satu poin berharga dari London Utara.
Kini, Arsenal harus kembali menyalakan api semangatnya.
Kini, Arsenal harus kembali menyalakan api semangatnya.
Baca Juga: Uni Eropa Tangguhkan Tarif Balasan untuk AS Selama 90 Hari: Damai Dagang atau Jeda Sebelum Badai?
Rabu nanti, laga hidup-mati menanti di kandang Real Madrid.
Apakah malam magis di Emirates bisa mereka ulang di Bernabeu? Atau justru mimpi indah itu akan berubah jadi kenangan pahit?
Artikel Terkait
27 Pemain Dipanggil Perkuat PERSEFTIM Flores Timur di Liga 4 Seri Nasional
Belum Dikenal di Flotim, Tapi Punya Rekam Jejak Gemilang: Siapa Antonius Lao, Nakhoda Baru PERSEFTIM Menuju Liga 4 Nasional 2025?
Persebata Siap Menggebrak LIGA 4 Nasional, 20 Pemain Dipanggil ke TC Menuju Jember
PERSEFTIM Flores Timur Siap Tempur di Grup A Liga 4 Nasional, Laga Digelar di Pekalongan
Viral! Drawing Liga 4 Diduga Tak Transparan, Erick Thohir Geram: Harus Diulang!