REPORTASENTT.COM, ADONARA- Tak banyak yang berani ambil resiko seperti Tobias Ola Tokan Bahy.
Pemuda asal Desa Pledo, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur ini nekad membangun Resto Belane di kawasan yang belum ramai wisatawan, sebagai bentuk kecintaannya pada kampung halaman.
Meski berada di jalur sepi antara pusat Witihama dan objek wisata Pasir Putih Mekko, tepatnya di bibir jalan 5 km dari Witihama dan 15 km menuju pasir putih, Ola tetap optimistis.
Baca Juga: Asal Usul Raja Ampat: Berawal dari 7 Telur Misterius, Kini Jadi Surga Dunia!
Ia membaca peluang pariwisata masa depan untuk daerahnya, dan bertindak lebih dulu sebelum terlambat.
"Ini bukan sekedar bisnis, ini panggilan hati untuk menjaga dan menghidupkan potensi wisata lokal," ujar Ola Tokan Bahy saat ditemui tim Reportase NTT di lokasi resto.
Sederhana dengan sentuhan budaya, Resto Belane hadir menawarkan pengalaman khas Adonara.
Menu favorit? Ubi kayu rebus, jagung titih, dan secangkir kopi panas atau teh hangat.
Menariknya, Ola menyampaikan kehadirannya bukan untuk menyaingi pengusaha kuliner tradisional Lamaholot yang sudah eksis di Kampung Kreatif Desa Pledo.