REPORTASENTT.COM, ADONARA- Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) menggelar Lomba Memecahkan Masalah Matematika (LM3) tingkat wilayah Wotan Ulumado dan Adonara Barat di SDK Tobilota, Flores Timur, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 15 sekolah dasar dengan mengusung tema “Mengasah Logika, Menguatkan Nalar, Menjadi Juara”.
LM3 menjadi ajang kompetisi akademik bagi siswa sekolah dasar untuk melatih kemampuan berpikir logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam menyelesaikan persoalan matematika.
Baca Juga: Wisatawan Mancanegara Terlantar, Oknum Agen Travel Labuan Bajo Diduga Gelapkan Dana Puluhan Juta
Para peserta diuji memahami konsep, menentukan strategi penyelesaian, serta menjawab soal pemecahan masalah secara tepat dan teliti.
Dosen pendamping HMPS Pendidikan Matematika IKTL, Bernadus Bin Frans Resi, menjelaskan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang belajar sekaligus kompetisi edukatif bagi siswa.
“LM3 bukan sekadar mencari juara. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang mendorong siswa mengasah logika, memperkuat nalar, dan membangun keberanian menyelesaikan persoalan matematika,” kata Bernadus saat pembukaan kegiatan.
Menurut dia, keterlibatan mahasiswa Pendidikan Matematika IKTL dalam pelaksanaan lomba menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan pendidikan dasar di wilayah Wotan Ulumado dan Adonara Barat.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Flores Timur, Felix Suban Hoda, S.S., M.Ed., mengapresiasi inisiatif mahasiswa IKTL menghadirkan kompetisi akademik bagi siswa sekolah dasar di daerah tersebut.
“Kegiatan seperti ini penting dikembangkan karena memberi ruang bagi siswa untuk melatih kemampuan berpikir logis dan bernalar. Ini juga mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar di Flores Timur,” tutur Felix.
Baca Juga: Kabur dari Penjara, RDF Diduga Lakukan Pencurian Selama Pelarian di Rote Ndao
Dalam perlombaan tersebut, peserta mengerjakan soal-soal matematika berbasis pemecahan masalah yang dirancang untuk mengukur kemampuan memahami persoalan, memilih strategi penyelesaian, dan menjawab secara cermat.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Christiano Liveberto dari SDK Tobilota meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Angelova Jelita Aurora dari SDK Botung, sedangkan juara ketiga diraih Agnes Palang Sau dari SD Katolik Hurung.
Sementara itu, Keano Zaidan El Azzam dari SDI Waiwadan menempati posisi juara empat dan Maximilianus Ama Helan dari SDK Wureh meraih juara lima.
Artikel Terkait
Big Push dan Air Minum Jadi Prioritas, Pemkab Flotim Perkuat Koordinasi Izin Lingkungan
OPINI| Nuba, Darah, dan Air Mata Saudara di Tanah Ad’Anara
Polda NTT Masukkan Nelayan Asal Sikka ke DPO Kasus Penangkapan Ikan dengan Bahan Peledak
WNA Bertelanjang Dada saat Mengendarai Motor di Labuan Bajo Dihentikan Polisi, Diberi Edukasi Hormati Budaya Lokal dan Kesopanan Publik
Wisatawan Mancanegara Terlantar, Oknum Agen Travel Labuan Bajo Diduga Gelapkan Dana Puluhan Juta