Ditambahkannya, DPRD akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar persoalan tersebut segera diselesaikan serta tidak terulang pada tahun anggaran berikutnya.
Husen juga menyinggung adanya pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) yang berdampak pada pembangunan infrastruktur di Flores Timur.
Baca Juga: Pelni Bakal Pindah Kantor Cabang ke Lembata, Kepala Cabang Ajukan Trayek Baru Lembata– Kumai dan Lembata– Denpasar
Meski demikian, ia berharap sejumlah ruas jalan prioritas tetap dapat dikerjakan pada 2026 dan tidak kembali mengalami pemotongan anggaran di masa mendatang.
Sementara itu, Tenaga Ahli Julie Sutrisno Laiskodat, Minarni, mengatakan pentingnya komunikasi berkelanjutan agar kebutuhan infrastruktur, terutama di wilayah kepulauan, tetap menjadi perhatian pemerintah.
“Kami akan terus membangun komunikasi agar kebutuhan infrastruktur di pulau-pulau tetap menjadi perhatian, karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat,” kata Minarni menjawabi pertanyaan dan harapan warga Solor tersebut.
Artikel Terkait
Jenazah Korban Pengeroyokan Kalibata Diterbangkan ke NTT, Keluarga Sempat Menolak Pengawalan Polisi
Kasus Lucky dan Delfi: Di Hadapan Wakapolda NTT, Keluarga Minta Otopsi Ulang
Tur Lionel Messi di India Diwarnai Kekacauan, Fans Rusak Stadion Salt Lake
Disorot Mahfud MD, Peraturan Kepolisian Penempatan Polri di Kementerian Dinilai Tak Bertumpu pada UU
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Julie Laiskodat Digelar di Lewograran- Solor, Tekankan Persatuan di Era Globalisasi