REPORTASENTT.COM, ADONARA- Rapat evaluasi pembangunan fisik desa yang digelar di Desa Watoone, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Senin (27/5/2025), memunculkan desakan warga terkait transparansi pengelolaan dana desa.
Salah satu sorotan utama adalah sisa anggaran pembangunan sebesar Rp155 juta yang belum memiliki kejelasan pemanfaatan.
Rapat yang dipimpin oleh Penjabat Kepala Desa Watoone, Fransiskus Kopong Tolan, dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), aparat desa, serta sejumlah warga.
Baca Juga: Rapat Evaluasi Desa Watoone- Adonara Diwarnai Protes, BPD Soroti Ketiadaan Kuitansi dan Dugaan Konspirasi
Dalam sambutannya, Kopong Tolan menyebut evaluasi ini penting sebagai momentum refleksi pemerintah desa dalam pelaksanaan pembangunan.
“Evaluasi kerja ini memang baik adanya dan sangat penting sebagai bahan refleksi kami ke depannya,” ujarnya.
Dana Desa Terkait Program Nasional
Dalam kesempatan itu, Kopong Tolan juga menyinggung kebijakan nasional mengenai pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai syarat pencairan Dana Desa tahap dua.
Baca Juga: Perdagangan Gading Gajah Terbongkar, Dua Orang Diciduk di Dua Kota Berbeda
Ia menjelaskan program ini merupakan arahan langsung dari Presiden dan harus diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
“Saat ini, di Flores Timur, baru dua wilayah yang menindaklanjuti, Desa Watoone dan Kelurahan Puken Tobi Wangibao di Larantuka,” ungkapnya.
Ia menambahkan, proses pendirian koperasi di Watoone tengah berlangsung dengan bantuan notaris di Maumere dan Kupang.
Baca Juga: Waspada! Polisi Ungkap Modus TPPO di Pasar Boru, Warga Diminta Tak Gampang Tergiur Kerja Luar Daerah
Namun, terjadi revisi dalam struktur pengurus karena beberapa nama yang diajukan tidak sesuai aturan, termasuk dua anggota BPD, Bakan Jagir dan Yasinta Werena Tupen.
Warga Pertanyakan Akuntabilitas Dana Pembangunan
Forum evaluasi memanas ketika warga mulai mempertanyakan pengelolaan anggaran pembangunan fisik di tiga titik lokasi.
Artikel Terkait
Airlangga Umumkan Diskon Listrik 50 Persen, Menteri Bahlil Kaget, Saya Nggak Tahu Apa- apa!
Digerebek Tengah Malam! 3 Pasangan Terjaring Razia Pekat di Kupang, Polisi: Bukan Suami Istri!
Waspada! Polisi Ungkap Modus TPPO di Pasar Boru, Warga Diminta Tak Gampang Tergiur Kerja Luar Daerah
Perdagangan Gading Gajah Terbongkar, Dua Orang Diciduk di Dua Kota Berbeda
Rapat Evaluasi Desa Watoone- Adonara Diwarnai Protes, BPD Soroti Ketiadaan Kuitansi dan Dugaan Konspirasi
Rp155 Juta Dana Sisa Pembangunan, Warga Watoone Adonara Desak Penjelasan Kades