Rp155 Juta Dana Sisa Pembangunan, Warga Watoone Adonara Desak Penjelasan Kades

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Kamis, 29 Mei 2025 | 09:52 WIB
Ilustrasi uang.
Ilustrasi uang.

 

REPORTASENTT.COM, ADONARA- Rapat evaluasi pembangunan fisik desa yang digelar di Desa Watoone, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Senin (27/5/2025), memunculkan desakan warga terkait transparansi pengelolaan dana desa.

Salah satu sorotan utama adalah sisa anggaran pembangunan sebesar Rp155 juta yang belum memiliki kejelasan pemanfaatan.

Rapat yang dipimpin oleh Penjabat Kepala Desa Watoone, Fransiskus Kopong Tolan, dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), aparat desa, serta sejumlah warga.

Baca Juga: Rapat Evaluasi Desa Watoone- Adonara Diwarnai Protes, BPD Soroti Ketiadaan Kuitansi dan Dugaan Konspirasi

Dalam sambutannya, Kopong Tolan menyebut evaluasi ini penting sebagai momentum refleksi pemerintah desa dalam pelaksanaan pembangunan.

“Evaluasi kerja ini memang baik adanya dan sangat penting sebagai bahan refleksi kami ke depannya,” ujarnya.

Dana Desa Terkait Program Nasional

Dalam kesempatan itu, Kopong Tolan juga menyinggung kebijakan nasional mengenai pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai syarat pencairan Dana Desa tahap dua.

Baca Juga: Perdagangan Gading Gajah Terbongkar, Dua Orang Diciduk di Dua Kota Berbeda

Ia menjelaskan program ini merupakan arahan langsung dari Presiden dan harus diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

“Saat ini, di Flores Timur, baru dua wilayah yang menindaklanjuti, Desa Watoone dan Kelurahan Puken Tobi Wangibao di Larantuka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pendirian koperasi di Watoone tengah berlangsung dengan bantuan notaris di Maumere dan Kupang.

Baca Juga: Waspada! Polisi Ungkap Modus TPPO di Pasar Boru, Warga Diminta Tak Gampang Tergiur Kerja Luar Daerah

Namun, terjadi revisi dalam struktur pengurus karena beberapa nama yang diajukan tidak sesuai aturan, termasuk dua anggota BPD, Bakan Jagir dan Yasinta Werena Tupen.

Warga Pertanyakan Akuntabilitas Dana Pembangunan

Forum evaluasi memanas ketika warga mulai mempertanyakan pengelolaan anggaran pembangunan fisik di tiga titik lokasi.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X