Wabup Yulianus Tekankan Empat Hal dalam Menangani Stunting di Manggarai Barat

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Rabu, 21 Februari 2024 | 16:32 WIB
Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Barat dr. Yulianus Weng. (Foto/ Diskominfo Manggarai Barat )
Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Barat dr. Yulianus Weng. (Foto/ Diskominfo Manggarai Barat )

REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO- Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, menekankan empat hal penting dalam menangani kasus stunting di Kabupaten Manggarai Barat.

Empat hal ini menurut Wabup akan menjadi dasar untuk mengetahui secara valid akan penyebab jumlah kasus stunting yang terjadi.

Empat hal penting itu demikian Wabup Yulianus, Pertama, alat timbang yang di gunakan. Untuk mengukur bayi Wabup Manggarai Barat ini menegaskan harus menggunakan alat yang standar yakni, antropometri atau dacing digital.

Baca Juga: TNI AD Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Pengajar dan Kesehatan

"Diharapkan untuk tidak lagi menggunakan dacing biasa, sebab sangat mempengaruhi keakuratan hasilnya. Apalagi kini alat antropometri sudah di sediakan di setiap Puskesmas, sehingga harus menggunakan alat tersebut," kata wabup seperti yang dilansir melalui situs resmi Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (21/2).

Kedua kata Wabup Yulianus, personil yang melakukan pencatatan. Saat melakukan penimbangan dan pengukuran bayi Yulianus meminta pencatatan harus di lakukan oleh tenaga kesehatan, atau minimal oleh kader kesehatan yang telah mengikuti pelatihan.

“Pencacatan ini sangat penting di lakukan oleh orang yang berkompeten dan di harapkan untuk tidak di lakukan oleh sembarang orang, karena data yang di sampaikan harus benar-benar akurat, jangan karang -karang, harus catat apa adanya,” tegas Wabup Yulianus.

Baca Juga: Ombudsman NTT Tinjau Layanan Ekspor Impor di Perbatasan RI dan RDTL

Ketiga, data yang di sampaikan harus rill, sesuai dengan kondisi di lapangan, baik mengenai panjang maupun berat badan bayi.

Keempat, harus memiliki data yang jelas, baik mengenai nama dan alamat bayi yang ada di setiap desa.

Diakui Wabup Yulianus, untuk mengintervensi terhadap penanganan stunting di Kabupaten Manggarai Barat dari porsi tenaga kesehatan hanya 30 persen. Sedangkan untuk 70 persen di lakukan oleh berbagai sektor lainya.

Mengingat intervensi terhadap stunting 70 persen di lakukan di luar tenaga kesehatan, maka di lakukan kegiatan pelatihan untuk menangani stunting dan gizi yang melibatkan berbagai sector, baik dari instansi Pemerintah maupun tokoh masyarakat dan agama.

Baca Juga: AHM Ramaikan Indonesia International Motor Show, New Honda Stylo 160 Tampil Perdana

"Peran dan intervensi tenaga kesehatan dalam menangani masalah stunting hanya 30 persen, sedangkan 70 persen di lakukan oleh berbagai pihak di luar tenaga kesehatan, sehingga USAID ERAT bersama UNICEF melaksanakan kegiatan, Pelatihan deteksi Dini Masalah Gizi dan Stunting bagi Tenaga Kesehatan dan Tokoh Agama Kabupaten Manggarai Barat," ujar mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai ini.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X