REPORTASENTT.COM, ADONARA- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada 9 April 2026.
Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah mempercepat penanganan darurat bagi warga terdampak hingga pembaruan terakhir pada Senin (13/4/2026), dengan ratusan rumah rusak dan ribuan warga terdampak.
Kapolres Flores Timur, Adhitya Octorio Putra, menjelaskan dampak gempa paling terasa di Kecamatan Adonara Timur dan Solor Timur.
Baca Juga: Ketika Hukum Tak Berujung Pengadilan: Menguji Restorative Justice di Kasus Penganiayaan Banyuwangi
Data sementara mencatat 354 rumah rusak, 403 kepala keluarga terdampak, serta 1.939 jiwa mengalami dampak langsung. Selain itu, 15 fasilitas umum mengalami kerusakan dan 18 warga mengalami luka ringan.
“Kerusakan paling parah terjadi di Desa Lamahala Jaya dan Desa Terong. Rumah warga, tempat ibadah, dan sekolah terdampak cukup serius,” kata Adhitya.
Polres Flores Timur mengerahkan 44 personel untuk mendukung evakuasi, pengamanan, dan distribusi bantuan logistik.
Baca Juga: Sigap Tanggap Bencana, Kapolres Flores Timur Turun Langsung Bantu Korban Gempa
Petugas juga memberikan layanan kesehatan, trauma healing bagi anak-anak, serta membantu warga membersihkan puing bangunan.
“Kami turun langsung membantu evakuasi, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan psikologis masyarakat. Sinergi dengan TNI, BPBD, dan pemerintah daerah terus diperkuat,” lanjutnya.
Bantuan sosial berupa sembako dari Kapolda NTT turut disalurkan kepada warga terdampak. Tenda pengungsian didirikan untuk memenuhi kebutuhan darurat, termasuk tempat tinggal sementara bagi korban yang kehilangan rumah.
Baca Juga: Pamflet di Setiap Sudut Kota: Upaya Polisi Mengungkap Hilangnya Warga Maumere
Kapolda NTT, Rudi Darmoko, melalui Kapolres Flores Timur, mengapresiasi langkah cepat personel di lapangan dalam membantu masyarakat.
Ia mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan petugas.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi. Keselamatan menjadi prioritas utama,” kata Adhitya menyampaikan pesan Kapolda.
Artikel Terkait
Pelajar Jadi Target, Dugaan Jaringan Narkotika “Mr R” Meluas Senyap di Adonara
Meski Tersandung Kasus Narkotika, Pelajar SMA di Flotim Tetap Jalani Ujian di Polres
Dua Anggota DPRD Manggarai Timur Diganti, PKB Terbitkan Keputusan PAW
Jejak Ladang Ganja di Papua Pegunungan Terkuak, Aparat Amankan Barang Bukti dan Terduga Pelaku
Ketika Hukum Tak Berujung Pengadilan: Menguji Restorative Justice di Kasus Penganiayaan Banyuwangi