REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manggarai Barat menggelar sosialisasi penetapan nama kawasan dan lokasi pembangunan kawasan perdesaan serta tim koordinasi dan tim pengendalian kawasan perdesaan dan rencana pembangunan kawasan perdesaan Komodo Kabupaten Manggarai barat tahun 2024.
Rapat dibuka oleh asisten 1 Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Manggarai Barat, Laurensius Y. A. Nabu di hadiri oleh beberapa OPD terkait dan para kepala desa yang ada di kecamatan komodo, dan berlangsung di aula Bappeda Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (01/03/2024).
Asisten Laurensius dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini sangatlah penting bagi terwujudnya pembangunan kawasan perdesaan di wilayah Kecamatan Komodo, demi terwujudnya Manggarai Barat sebagai kabupaten filoting program Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN).
Baca Juga: Promosi Wisata Labuan Bajo, Dubes RI untuk Kazakshtan Jalin Kerja Sama Pemkab Mabar
"Kehadiran kita menjadi suatu momentun yang sangat strategis bagi terwujudnya rencana program pembangunan kawasan perdesaan komodo Kabupaten Manggarai Barat," tegasnya.
Lebih lanjut asisten Laurensius mengatakan lahirnya Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa membawa peluang dan tantangan tersendiri untuk mewujudkan desa yang sejahtera semakin terbuka karena memiliki kewenangan yang jelas dan alokasi dana yang pasti demi terwujudnya desa yang makmur.
Itulah sebabnya, kata Asisten Laurensius, paradigma pembangunannya berubah dari ‘membangun desa’ menjadi ‘desa membangun’ karena desa sebagai basis penghidupan dan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan dan menjadikan desa sebagai ujung depan yang dekat dengan masyarakat.
Baca Juga: Sebanyak 135 Tenaga PPPK 2023 Kabupaten Manggarai Barat Dilantik
"Desa merupakan ujung tombak pembangunan yang ada di desa karena bersentuhan langsung dengan masyarakat," lanjutnya.
Asisten Laurensius mengatakan, ada lima isu strategis dalam konstruksi Undan-Undang desa yaitu Pembangunan desa, Keuangan, aset dan BUMDes: pembangunan kawasan perdesaan: kerjasama antara desa serta lembaga kemasyarakatan desa.
Dari kelima isu tersebut tegas Asisten Laurensius, isu pembangunan kawasan pedesaan mempunyai pengaruh terhadap perubahan kerangka pembangunan desa sekaligus akan mendorong dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui pelaksanaan pembangunan desa.
Baca Juga: Protes Kenaikan Pajak dan Retribusi, Pedagang Pasar Alok Tutup Akses Jalan Masuk
Diakhir sambutanya Asisten Lorensius mengatakan, harus ada pikiran-pikiran cerdas serta usul saran yang konstruktif dapat mewarnai kesuksesan pembangunan berbagai kawasan perdesaan pada tahun 2024 baik yang menjadi prioritas pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tetap mengedepankan holistik, tematik, integritas dan soasial.
Setelah resmi dibuka oleh asisten Laurensius, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Bappeda Kabupaten Manggarai Barat, Petrus Antonius Rasyd. Dilanjutkan dengan diskusi panel dan tanya jawab yang dipandu oleh Moderator, Agustinus Gias.
Artikel Terkait
Satpol PP Manggarai Barat Tertibkan PKL di Pasar Wae Kesambi
Wabup Yulianus Tekankan Empat Hal dalam Menangani Stunting di Manggarai Barat
Pasca Hujan Lebat, Kapolres Manggarai Barat Tinjau Lokasi Tanah Longsor di Kecamatan Mbeliling
HUT Manggarai Barat Ke-21, Sejumlah Capaian Disyukuri
Satpolairud Polres Manggarai Barat Laksanakan Polmas Perairan di Labuan Bajo
Sebanyak 135 Tenaga PPPK 2023 Kabupaten Manggarai Barat Dilantik