REPORTASENTT.COM, KUPANG- Sengketa lahan yang melibatkan warga Desa Bolok, Kuanheum, dan Nitneo dengan kawasan strategis Kawasan Industri Bolok (KIB) akhirnya menyedot perhatian orang nomor satu di Nusa Tenggara Timur.
Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, secara khusus menerima audiensi para kepala desa dan tokoh masyarakat dari tiga desa tersebut di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Senin (9/6/2025).
Pertemuan ini juga dihadiri tokoh penting lainnya, seperti Bupati Kupang Yosef Lede, Camat Kupang Barat, Kepala Kanwil BPN NTT Fransiska Vivi Ganggas, Kepala Badan Aset Pemprov NTT Alex Lumba, serta perwakilan dari Komisaris KIB dan sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi NTT.
Dalam pertemuan itu, dibahas secara serius dugaan tumpang tindih lahan warga dengan wilayah KIB, sebuah kawasan strategis yang menjadi tumpuan masa depan ekonomi NTT.
"Kami tidak ingin konfrontasi. Prinsipnya semua harus baik-baik saja. Kita duduk bersama secara mufakat," kata Gubernur Melki.
Melki juga menggarisbawahi status lahan KIB kini sudah menjadi aset negara dan provinsi, sehingga keputusan teknis apapun harus melalui pembahasan bersama DPRD NTT.
Baca Juga: Perahu Mogok di Tengah Laut! Nelayan Ini Diselamatkan Satpol Airud Polres Sikka
Sebagai langkah konkrit, pertemuan ini harap Melki menghasilkan kesepakatan awal membentuk tim kecil dari unsur pemerintah, KIB, dan masyarakat untuk melakukan verifikasi batas lahan secara menyeluruh.
"Kami akan bawa aspirasi ini ke DPRD. Semua pihak harus mendukung. Yang penting, tidak boleh ada aksi tambahan yang picu konflik," harap Melki.