“Total penerima manfaat MBG ada 3.026 orang. Dari jumlah itu, 331 mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang dibagikan di 12 lokasi berbeda,” jelas Kapolres.
Arahan Langsung dari Kapolda NTT
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. telah memerintahkan jajarannya untuk bergerak cepat membantu masyarakat dan memastikan semua korban tertangani dengan baik.
“Bapak Kapolda menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam situasi kemanusiaan,” ungkap Henry.
Selain penanganan medis, tim gabungan dari Polres TTS dan Ditreskrimsus Polda NTT kini tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal MBG.
Baca Juga: Perkara Uang Pensiun di NTT: Mediasi Bhabinkamtibmas Redakan Konflik Keluarga di Kolhua
“Langkah penyelidikan tetap berjalan, namun yang utama adalah keselamatan masyarakat. Polri memastikan semua korban mendapat penanganan maksimal,” tegasnya.