Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang pemerintah sebagai solusi gizi anak sekolah, justru berubah menjadi ironi di lapangan.
Alih-alih menyehatkan, ratusan anak kini harus mendapat perawatan akibat makanan yang semestinya bergizi.
Banyak warga menyindir bahwa “makanan bergizi gratis” berubah menjadi “makanan berisiko gratis”, mencerminkan lemahnya pengawasan dalam distribusi dan penyajian makanan di lapangan.
Baca Juga: BNPB Peringatkan Bahaya! Puing Ponpes Al Khoziny Bisa Runtuh Lagi, Keluarga Korban Tak Terbendung
Meski demikian, kehadiran Polri di tengah kekacauan ini menjadi penyejuk.
Polisi bukan hanya hadir untuk menyelidiki, tetapi juga turun tangan langsung merawat dan menenangkan masyarakat.
Dengan kerja cepat dan empati tinggi, Polres TTS bersama Polda NTT menunjukkan wajah Polri yang hadir, peduli, dan sigap melayani masyarakat, bahkan ketika program yang seharusnya memberi manfaat justru menimbulkan petaka.
Artikel Terkait
BNPB Peringatkan Bahaya! Puing Ponpes Al Khoziny Bisa Runtuh Lagi, Keluarga Korban Tak Terbendung
Polres Flotim Gencarkan Patroli Malam, Warga: Masih Banyak Anak Mabuk di Jalan
Striker Andalan Diragukan Tampil, Siapa Pilihan Kluivert untuk Lini Depan Garuda?
Kasus Ashanty dan Ayu: Fakta Hukum, Tudingan Miliar, dan Perang Narasi di Media Sosial
Dugaan Pemerasan Polisi di Lembata, Ombudsman: Jangan Cemari Reformasi Polri!