daerah

Kubangan, Jurang, dan Tanjakan Maut: Potret Tragis Jalan Panleleng–Benteng Raja yang Terlupakan

Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:32 WIB
Inilah salah satu titik kondisi jalan yang sangat parah saat dilalui kendaraan. (Foto/ Acong Harson)

 

REPORTASENTT.COM,BORONG-  Sudah lebih dari satu dekade warga di jalur Panleleng menuju Desa Benteng Raja, kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, harus hidup dengan jalan rusak parah yang tak kunjung diperbaiki.





Ruas jalan yang dibangun pada 2012 itu kini berubah menjadi deretan lubang dan kubangan besar, terutama di musim hujan.




Pantauan Reportasentt.com di lapangan menunjukkan, hampir di setiap tikungan tajam dan tanjakan ekstrim, aspal jalan telah terkelupas.



Baca Juga: Jabatan Baru IPTU NRB di Polres TTS Mendadak Dibatalkan Oleh Polda NTT, Kombes Pol Henry  Ungkap Alasannya!




Di beberapa titik, terutama menjelang tanjakan Tengku Manuk, kondisi jalan disebut warga paling parah.



Tikungan tajam diapit batu besar dan jurang curam di sisi jalan membuat jalur ini sangat berbahaya dilalui.



“Kalau mau ke Jong, sopir butuh nyali yang kuat karena jalannya banyak lubang besar dan dalam. Kalau musim hujan, kita harus hati-hati melewati kubangan jalan yang rusak,” ujar seorang warga Benteng Raja yang enggan disebut namanya, Rabu (22/10/2025).




Baca Juga: Langkah Tegas Kapolda NTT: Tujuh Senjata Api Dinas Ditemukan, Satu Personel Diamankan



Ia menambahkan, kondisi tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan dari pemerintah daerah.


“Kami hanya berharap pemerintah mau peduli. Jalan ini bukan hanya akses utama ke Benteng Raja, tapi juga penghubung ke Desa Tilir dan Benteng Riwu,” lanjutnya.



Selain mengganggu mobilitas warga, kondisi jalan juga berdampak pada distribusi hasil pertanian.



Baca Juga: Komdis PSSI Flores Timur Jatuhkan Sanksi Berat ke Empat Pemain Agotugu FC, Ada Pemin Dilarang Seumur Hidup



Banyak warga terpaksa menunda perjalanan ke pasar karena takut kendaraan tergelincir di jalan licin atau terperosok di lubang besar.


Jalur ini, menurut warga, menjadi satu-satunya akses vital bagi masyarakat di tiga desa sekitar.


Kerusakan parah di hampir seluruh badan jalan, terutama di bagian tanjakan, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kerap terjebak.



Baca Juga: Dibakar Dalam Bambu, Tapa Kolo Jadi Simbol Syukur Panen di Manggarai Timur


Halaman:

Tags

Terkini