daerah

Warga Ngampang Mas Soroti Mutu Proyek Jalan Rp1,2 Miliar di Borong

Minggu, 8 Februari 2026 | 09:25 WIB
Kondisi ruas Jalan Lapen Warat Paan Leleng–Balus Permai di Desa Ngampang Mas yang permukaannya masih kasar dan dipenuhi material batu lepas. (Foto/ Acong Harson)

 

REPORTASENTT.COM, BORONG- Warga Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, menyoroti hasil pekerjaan proyek rehabilitasi dan peningkatan ruas jalan Lapen Warat Paan Leleng–Balus Permai.



Ruas jalan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena kondisi fisiknya dinilai tidak mencerminkan pekerjaan peningkatan infrastruktur, meski anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1,223 miliar.



Pantauan di lapangan menunjukkan jalan sepanjang 0,8 kilometer itu memiliki permukaan kasar. Material batu lepas masih terlihat di sejumlah titik, sementara lapisan aspal tampak tipis dan tidak merata.

 

Baca Juga: Gunakan Acuan KUHP Baru, Polisi Limpahkan Kasus Pencabulan Anak ke Kejari Kupang


Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga terhadap ketahanan jalan, terutama saat musim hujan. Genangan air diperkirakan mudah terjadi akibat struktur permukaan dan sisi jalan yang belum tertata baik.



“Kalau disebut peningkatan, seharusnya jalan lebih kuat dan rapi. Ini malah seperti jalan kerikil yang dipadatkan seadanya,” ujar FR, warga setempat.



Selain kualitas permukaan, warga juga menyoroti ketiadaan bahu jalan di beberapa titik serta drainase yang belum berfungsi optimal.

 

Baca Juga: Tak Terlihat Sejak Beberapa Hari, Penjual Ikan di Bakunase Ditemukan Meninggal Dunia

 

Situasi ini dinilai berpotensi mempercepat kerusakan lapen.


Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Budi Bakti. Hingga kini, papan informasi proyek belum terlihat di lokasi, sehingga spesifikasi teknis pekerjaan tidak diketahui secara jelas oleh masyarakat.

Warga menilai hasil pekerjaan tidak sebanding dengan nilai anggaran yang cukup besar.

Baca Juga: FOKALIS Bongkar Kasus Yakobus Teka: Tanda Tangan BAP Tanpa Baca, Kini Terjerat Hukum

Mereka khawatir jalan akan kembali rusak dalam waktu singkat dan tidak memberi manfaat berkelanjutan, terutama bagi petani serta pengguna kendaraan roda dua.

Sorotan warga menguat setelah sejumlah bagian jalan menunjukkan kondisi yang dianggap jauh dari standar pekerjaan lapen, memicu harapan agar instansi terkait melakukan evaluasi lapangan sebelum serah terima proyek dilakukan. (Acong Harson*)

Tags

Terkini