daerah

Yayasan An-Nizam Ummat Adonara Gelar Perdana Nikah Massal dan Santunan Lintas Agama di Witihama

Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:46 WIB
Prosesi nikah massal dan penyerahan santunan lintas agama oleh Yayasan An-Nizam Ummat Adonara di halaman Masjid Jou Umar, Witihama, Flores Timur. (Foto Bernad Nara)

REPORTASENTT.COM, ADONARA-  Empat pasangan mengikuti nikah massal yang digelar Yayasan An-Nizam Ummat Adonara di halaman Masjid Jou Umar, Desa Lewopuloh, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan pemberian santunan bagi anak yatim, dhuafa, dan lansia dari berbagai latar agama.



Acara dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Pelaksana Tugas Kepala Seksi Bimas Islam Hafid Kasim, Kepala KUA Witihama dan Kelubagolit Kholil Ana Hala’, penyuluh agama Ramli Umar, serta pengurus majelis taklim di dua kecamatan tersebut.



Empat pasangan yang mengikuti nikah massal yakni Johari Bura Tokan dan Marieta Maria Benga Loli (Desa Adobala, Kelubagolit); Ismunandar Jumat Boli dan Feronika Dari Butu (Desa Sukutokan, Kelubagolit); Baharudin Bali Duli dan Baharia Barek Butu (Desa Lewopulo, Witihama); serta Bukhari Buan Raya dan Asmawati Shaleh (Desa Lamabelawa, Witihama).

 

Baca Juga: Konflik Tambang Emas Banyuwangi: IUP, Golden Share, dan Bayang-bayang KPK



Selain prosesi akad nikah, yayasan juga menyerahkan santunan kepada tujuh lansia, antara lain Veronika Hala’ Buran, Sunarsih Kopong, Samsia Ose Bele, Veronika Nugi, Yasin Koro Hama, Gaudensia Kewa, dan Umar Balawala.

Santunan juga diberikan kepada 11 anak yatim dan dhuafa, di antaranya Dominika Date Rugi, Eleanora Afrea Palan Bolen, Romana Barek Tupen, Suhaijah Benga Liat, Asiyah Fajriah Tokan, Khairunisa Bunga, Nurdin Pati Kelen, Muhamad Israfil Lego, Syafika, Latifa Bulu, dan Muhamad Iqbal.

Pembina dan penasihat yayasan, Ardin Tokan, mengatakan kegiatan sosial telah dijalankan sejak yayasan berdiri pada 2016.

 

Baca Juga: Kepala BGN Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden, Mengurai Peran Kunci Dadan Hindayana dalam Proyek Besar MBG Nasional



“Yayasan ini hadir di tengah masyarakat majemuk. Kami melihat langsung kesulitan yang dihadapi warga, dan ketika ada yang layak dibantu, kami bergerak membantu tanpa melihat latar belakang agama,” ujar Ardin di hadapan para undangan.

Ia menambahkan, perhatian yayasan tidak hanya pada kegiatan keagamaan, tetapi juga pendidikan dan pendampingan anak yatim.

Sementara itu, Hafid Kasim menyampaikan nikah dan khitan massal sebelumnya juga pernah digelar dengan jumlah peserta lebih dari 40 orang.

 

Baca Juga: Waspada “Penumpang Gelap” Reformasi Polri, Habiburokhman Singgung Agenda Tersembunyi di Balik Narasi Kritis

 

Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan di Witihama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Kami berharap para penyuluh di Witihama dan Kelubagolit terus peka melihat warga yang membutuhkan bantuan. Kita hidup sebagai orang Lamaholot, meski berbeda gereja dan masjid,” kata Hafid.

Ia juga berpesan kepada pasangan pengantin untuk menjaga rumah tangga dengan baik.

Halaman:

Tags

Terkini