Baca Juga: Jejak Perdagangan Komodo ke Thailand Terbongkar, Jaringan Lintas Daerah Disergap di Manggarai Timur
“Anak-anak menjadi kelompok rentan pascagempa, sehingga pendampingan psikologis dilakukan agar mereka merasa aman dan tenang,” kata Adhitya.
Pada Kamis sore, Kapolres bersama Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen meninjau langsung Desa Terong dan Desa Lamahala Jaya.
Kunjungan tersebut diisi dengan penyerahan bantuan berupa kasur lipat dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, sekaligus pengecekan posko pengungsian dan kondisi bangunan yang rusak.
Baca Juga: Terungkap! Calo Tiket Kapal Pelni di Kupang Jadikan Penipuan sebagai Mata Pencaharian
Kabidhumas Polda NTT Henry Novika Chandra menyampaikan jajaran kepolisian terus memantau situasi dan menginstruksikan dukungan penuh bagi penanganan korban.
“Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya,” kata Henry.
Ia menambahkan, patroli dan pengamanan terus ditingkatkan di wilayah terdampak dan lokasi pengungsian guna mencegah gangguan keamanan serta memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.
Kapolda NTT Rudi Darmoko turut memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Flores Timur atas respons cepat sejak awal kejadian.
Baca Juga: Nyaris Jadi Korban Amuk Massa, Remaja Pelaku Curanmor di Kupang Diselamatkan Polisi
“Seluruh personel dinilai sigap dalam evakuasi, pengamanan, pendataan, dan pendampingan warga terdampak,” kata Henry.
Hingga Kamis malam, situasi di wilayah terdampak dilaporkan relatif aman dan terkendali.
Warga tetap diminta waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengutamakan keselamatan dengan tidak kembali ke rumah yang rusak berat sebelum dinyatakan aman.