REPORTASENTT.COM, ALOR- Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, S.H., menggelar pertemuan mediasi dengan para pemuda dari Kelurahan Kalabahi Tengah dan Kalabahi Timur usai insiden tawuran yang melibatkan pemuda Lipa dan Bungawaru pada Kamis dini hari (1/5/2025).
Pertemuan yang berlangsung di dua titik, yakni di wilayah Lipa dan Bungawaru, Kecamatan Teluk Mutiara, turut dihadiri Wakapolres KOMPOL Jeri Samzon Puling, S.H., Kasat Samapta AKP Warsito, serta para lurah dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang dinilai mengganggu ketertiban umum.
Ia menegaskan, proses hukum terhadap laporan yang masuk sudah berjalan dan meminta semua pihak untuk tidak melakukan aksi balasan.
"Kami sangat menyayangkan insiden ini. Kami minta semua pihak menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum. Mari kita jaga situasi agar tetap kondusif bersama-sama," ujar Kapolres.
Dari pihak pemuda Lipa, mereka menyatakan komitmen untuk tidak melakukan serangan balasan.
"Kami sangat menyayangkan insiden ini. Kami minta semua pihak menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum. Mari kita jaga situasi agar tetap kondusif bersama-sama," ujar Kapolres.
Dari pihak pemuda Lipa, mereka menyatakan komitmen untuk tidak melakukan serangan balasan.
Mereka juga meminta kepolisian memproses hukum pelaku penganiayaan serta meningkatkan patroli malam di dua wilayah tersebut.
Sementara itu, pemuda Bungawaru menjelaskan bahwa pemicu keributan berawal dari ucapan tidak pantas salah satu pemuda Lipa kepada Babinsa saat acara syukuran warga di Lipa.
Sementara itu, pemuda Bungawaru menjelaskan bahwa pemicu keributan berawal dari ucapan tidak pantas salah satu pemuda Lipa kepada Babinsa saat acara syukuran warga di Lipa.
Hal tersebut memicu reaksi emosional dari pemuda Bungawaru yang kemudian berujung kericuhan.
Baca Juga: Di Tengah Sorak Sorai Hardiknas, SMK Wulanggitang Tenggelam dalam Abu dan Diam Pemerintah
"Kami tetap berkomitmen menjaga ketertiban. Kami tidak ingin ada lagi kekerasan. Semoga mediasi ini jadi awal perdamaian," ujar salah satu perwakilan pemuda Bungawaru.
Diketahui, keributan antara kedua kelompok terjadi sekitar pukul 03.00 hingga 06.00 Wita di tengah acara syukuran yang digelar sejak malam sebelumnya.
Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 17.30 Wita itu berjalan tertib.
"Kami tetap berkomitmen menjaga ketertiban. Kami tidak ingin ada lagi kekerasan. Semoga mediasi ini jadi awal perdamaian," ujar salah satu perwakilan pemuda Bungawaru.
Diketahui, keributan antara kedua kelompok terjadi sekitar pukul 03.00 hingga 06.00 Wita di tengah acara syukuran yang digelar sejak malam sebelumnya.
Pertemuan yang berlangsung hingga pukul 17.30 Wita itu berjalan tertib.
Polres Alor berharap hasil mediasi ini dapat memperkuat komunikasi antarwarga serta mencegah konflik serupa di kemudian hari.
Artikel Terkait
Gadai Mobil Sewa Demi Utang, Polisi Ungkap Jaringan Pencurian Kendaraan yang Kini Marak
Ombudsman NTT Soroti Penyaluran BBM Bermasalah, Pemprov Siapkan Satgas Khusus Awasi Distribusi
Polisi Tangkap EAS alias Gomez, Pelaku Pemerasan di Kupang yang Sering Teror Pedagang Kecil
Panglima TNI Ralat Mutasi, Letjen Kunto Arief Tetap Jabat Pangkogabwilhan I
Ngaku Nelayan, Tapi Bawa Alat Ini! Kapal di Alor Dicegat Polisi