REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Satuan Lalu Lintas Polres Flores Timur mengimbau para pelajar agar tidak melakukan aksi konvoi kendaraan bermotor yang tidak terkoordinasi karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menanggapi aksi konvoi pelajar yang sempat mengganggu arus lalu lintas di ruas jalan depan Kantor Bupati Flores Timur, Kasat Lantas Polres Flores Timur, Iptu Agus Heriawan, S.H., meminta para siswa agar lebih tertib dan bijak dalam menggunakan jalan umum.
“Kami mengimbau agar para siswa tidak melakukan konvoi yang tidak terkoordinir, apalagi sampai melakukan aksi ugal-ugalan yang dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan berpotensi memicu tawuran,” kata Agus, Selasa (16/12/2025).
Baca Juga: Dua Anggota Kodim 1624/Flotim Bubarkan Konvoi Pelajar SMAN 1 Larantuka
Ia menegaskan, jalan raya merupakan fasilitas umum yang harus digunakan secara bersama-sama dan tidak boleh dimonopoli oleh kelompok tertentu.
“Jalan umum bukan milik pribadi, tetapi digunakan bersama oleh semua masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Agus juga mengingatkan larangan penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong.
Baca Juga: Tak Menunggu Bantuan, Warga Beutong Ateuh Lakukan Aksi Berani Demi Keluar dari Isolasi
Menurutnya, penggunaan knalpot tersebut tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat, terlebih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Sebelumnya, aksi konvoi pelajar tersebut berlangsung di ruas jalan tepat di depan Kantor Bupati Flores Timur.
Sejumlah pelajar terlihat memadati badan jalan sambil mengendarai sepeda motor, sehingga menyebabkan kemacetan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
Baca Juga: Gagal Kabur Saat Balap Liar, Pemotor Tabrak Anggota Satlantas Polresta Kupang Kota
Seorang warga, Sutomo Hurint, mengaku sempat tertahan cukup lama akibat konvoi tersebut.
Ia juga menyaksikan adanya insiden tabrakan antarpelajar saat aksi berlangsung.
“Saya tertahan cukup lama. Bahkan sempat ada yang saling tabrak sesama mereka,” ujarnya.
Baca Juga: Yuni Damayanti Angkat Tantangan Perempuan Berpolitik dalam Sosialisasi Empat Pilar JSL di Solor Selatan