Baca Juga: Libur Natal 2025 Berlaku 4 Hari, Ini Perbedaan Aturan untuk ASN dan Karyawan Swasta
Sebelumnya, Kepala Desa Benteng Raja, Vensis Roma, mengonfirmasi bahwa penyedia material untuk proyek peningkatan jalan Ajang–Ledang adalah CV Langga Putra.
Ia juga membenarkan bahwa material yang digunakan pada lapisan dasar jalan tersebut berupa batu ukuran 5–7.
“Pemakaian batu 5–7 pada proyek tahun anggaran 2025 ini sudah kami ketahui,” kata Vensis Roma dalam wawancara via WhatsApp dengan ReportaseNTT.com.
Baca Juga: Tak Menunggu Bantuan, Warga Beutong Ateuh Lakukan Aksi Berani Demi Keluar dari Isolasi
Sorotan terhadap proyek ini sebenarnya telah muncul sejak November 2025. Pantauan ReportaseNTT.com pada Selasa (25/11/2025) menunjukkan bahwa lapisan struktur dasar jalan di ruas Ajang–Ledang didominasi penggunaan batu pecah ukuran 5/7 sebagai fondasi awal.
Secara teknis, batu 5/7 merupakan material hasil pemecahan batuan alam seperti granit atau basalt melalui mesin penghancur.
Material ini lazim digunakan pada berbagai proyek konstruksi, termasuk sebagai lapisan fondasi dasar (sub-base) maupun campuran beton.
Baca Juga: Kasat Lantas Flotim: Konvoi Tanpa Koordinasi Berisiko Kecelakaan
Batu 5/7 dikenal memiliki daya dukung yang kuat dan stabil ketika dipadatkan, sehingga kerap menjadi pilihan pada pembangunan jalan kelas ringan hingga menengah.
Namun, efektivitas material tersebut sangat bergantung pada kondisi tanah dasar serta metode pemadatan yang diterapkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak CV Langga Putra terkait kondisi lapangan maupun dugaan pengabaian teguran dari tim pengawas.
Artikel Terkait
Terpergok Saat Mencuri, Aksi Brutal di Lapak Semangka Kupang Terungkap Lewat 29 Adegan Rekonstruksi
Tak Mau Ditilang, Pengendara di Maumere ini Didorong Motor Sendiri Sampai Tumbang
Libur Natal 2025 Berlaku 4 Hari, Ini Perbedaan Aturan untuk ASN dan Karyawan Swasta
Kejati NTT Geledah Kantor Dinas Koperasi di Hari Libur, Sita Dokumen dan Uang Tunai
Bakar Petasan di Jalan Raya, Pedagang Petasan di Kupang Kena Teguran Polisi