REPORTASENTT.COM, KUPANG- Tim Zero Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda NTT melakukan penelusuran langsung di tempat hiburan malam di Kota Kupang, Kamis (26/3/2026) malam.
Kegiatan berlangsung di HEO Exclusive Pub and Karaoke mulai pukul 22.00 hingga 01.00 WITA, melibatkan personel yang fokus pada pencegahan kekerasan terhadap perempuan.
Dipimpin AKP Djafar A. Alkatiri, tim mengawali kegiatan dengan apel sebelum memberikan sosialisasi kepada para pekerja, khususnya pemandu lagu, terkait risiko kekerasan, eksploitasi, dan kekerasan seksual.
Selain itu, tim melakukan observasi dan wawancara untuk menggali kondisi kerja, termasuk sistem kerja dan penggajian para pekerja di lokasi tersebut.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menjelaskan, langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan di lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan.
Dalam wawancara, Henry menyampaikan bahwa kehadiran Tim Zero bertujuan memberi perlindungan kepada perempuan serta membuka ruang edukasi bagi para pekerja agar memahami hak-haknya.
Baca Juga: Mengurai Ketegangan Aksi di Kejati NTT: Antara Hak Demonstrasi dan Kendali Aparat
Ia juga menjelaskan, pendekatan yang dilakukan bersifat terbuka agar para pekerja berani melapor jika menemukan atau mengalami pelanggaran.
Tim memberikan informasi mengenai berbagai bentuk kejahatan seperti eksploitasi seksual, perdagangan orang, penjeratan utang, hingga kekerasan seksual, termasuk cara melaporkannya.
Para pekerja turut menerima informasi akses pengaduan, seperti layanan call center Polri 110 dan kanal resmi Ditres PPA dan PPO Polda NTT.
Baca Juga: Aksi Tak Terduga di Bundaran HI, Mobil BYD M6 Tercebur ke Air Mancur
Hasil kegiatan menunjukkan para pekerja mulai memahami perlindungan diri dan hak di lingkungan kerja.
Pemeriksaan di lokasi juga menunjukkan izin usaha masih berlaku.
Upaya ini diharapkan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman sekaligus memperkuat pencegahan kekerasan dan dugaan eksploitasi di tempat hiburan malam.
Artikel Terkait
Polwan Polda NTT, Evakuasi Ibu Hamil yang Hendak Melahirkan di Lokasi Jembatan Ambruk Naibonat
LKPJ 2025 Flores Timur: Bupati Antonius Doni Dihen Paparkan Strategi Hadapi Tekanan Fiskal
Mengurai Ketegangan Aksi di Kejati NTT: Antara Hak Demonstrasi dan Kendali Aparat
Salah Paham Picu Penganiayaan di Lasiana Kupang, Berakhir Damai lewat Mediasi Polisi
Jejak Digital Terbongkar: SKCK ADO Dibatalkan, Sistem Big Data Polda NTT Ungkap Celah hingga Gugurkan Status Prajurit