REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Enam orang perwakilan keluarga almarhum RO terduga pelaku narkoba asal Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur mendatangi Mapolres Flores Timur, Rabu (13/3/2024).
Kehadiran mereka di Mapolres Flores Timur untuk bertemu dengan Kapolres AKBP I Nyoman Putra Sandita.
Dalam dialog bersama di ruang kerja Kapolres, mereka meminta agar Polres Flotim dapat lebih bijak dalam menangani permasalahan yang terjadi.
Baca Juga: Polri Terjunkan 1.621 Personel Gabungan Amankan Aksi Demo di Depan Gedung DPR/MPR RI
Seperti dilansir melalui Tribratanewsflorestimur.com, dalam pertemuan tersebut, Kapolres Flotim mengajak perwakilan keluarga untuk bersama- sama menjaga situasi Kamtibmas, khususnya di Kabupaten Flores Timur.
"Kami juga berdiskusi terkait beberapa hal dan sepakat menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Adonara Timur khususnya, serta siap bersinergi dengan pihak manapun dalam menjaga Lewotana dari bahaya peredaran gelap narkoba," ungkap Kapolres.
Sementara itu, Kasat Narkoba Iptu Emanuel Kia Belan, S.H, menjelaskan bahwa proses hukum penyidikan terhadap tindak pidana narkoba masih berlangsung.
Baca Juga: Unggul di Pilpres, Prabowo Dapat Ucapan Selamat dari King Abdullah II Yordania
Barang bukti seberat 13,45 gram saat ini masih dibawa ke BPOM Kupang untuk dilakukan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut.
Pertemuan ini diharapkan dapat membawa sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Adonara Timur, khususnya dalam menangani peredaran gelap narkoba.
Seperti diberitakan sebelumnya, RO alias Orong, terduga pengedar narkoba di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas usai melompat dari sepeda motor polisi. Terduga pelaku adalah warga Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur ditangkap polisi pada Sabtu (9/3/2024) sore.
Baca Juga: Inilah Profil Nathan Tjoe-A-On, Pemain Naturalisasi yang Resmi jadi WNI
Saat hendak dibawa aparat menuju Pelabuhan Tobilota, Orong tiba-tiba melompat dari sepeda motor. Akibatnya, dia mengalami luka serius di bagian kepala karena terbentur aspal.
RO sempat dibawa ke Puskesmas Baniona, kemudian dirujuk ke RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Artikel Terkait
Dua Montir Asal NTB Diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Manggarai Barat
Deteksi Narkoba, Personil Polda NTT Jalani Tes Urine
Tewasnya Pelaku Terduga Narkoba Ditangan Polisi, PMKRI Desak Kapolres Flotim Minta Maaf
Terlibat Jual Beli Narkoba, Penjual Ikan di Labuan Bajo Ditangkap Polisi
Fakta Baru! Terduga Pelaku Narkoba Meninggal di Adonara, Diduga Dianiaya Polisi