Puan mengatakan, tindakan anarkis OPM harus disikapi dengan penegakan hukum yang tegas.
Baca Juga: Seorang Selebgram Ditetapkan sebagai Tersangka, Ternyata Sebagai Pengiklan Apliaksi Ini
“Tapi langkah-langkah strategis yang mengedepankan sisi kemanusiaan juga tetap harus dilakukan. Perhatikan pendekatan sosial budaya untuk merangkul masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Puan pun meminta personel TNI-Polri memastikan keamanan dan kondusivitas di Puncak Jaya pasca terjadinya kerusuhan.
Ia juga mendorong optimalisasi kolaborasi dan kekompakan personel TNI/Polri dalam menyelesaikan konflik di Papua.
“Semua upaya ini demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua,” ucap Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Mantan Menko PMK tersebut juga mengecam aksi kelompok OPM yang membakar gedung SMP Negeri di Kampung Borban, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pekan lalu.
Puan mengatakan, aksi pembakaran sekolah itu tidak dapat ditolerir karena mengganggu hak anak dalam memperoleh pendidikan.
Baca Juga: Kabid Humas Polda Klarifikasi Dugaan Pemalsuan Dokumen Anak Kapolda NTT Ikut Tes Akpol
“Aksi anarkis OPM harus dihentikan karena kekerasan dan teror yang mereka lakukan tidak hanya merugikan masyarakat sipil, tetapi juga menghambat pembangunan di Papua. Masa depan anak-anak di Papua sebagai generasi penerus menjadi taruhannya,” urai Puan.
Pembakaran sekolah yang dilakukan kelompok OPM mendapat kecaman masyarakat setempat karena gedung SMP tersebut dalam kesehariannya digunakan anak-anak untuk belajar.
Menurut personel keamanan, aksi pembakaran itu dilakukan OPM agar anak-anak tidak dapat belajar hingga tidak memiliki masa depan yang baik.
Baca Juga: Citra Damai Tersingkir Lewat Adu Pinalti, Rol Lamawolo Melaju Ke 8 Besa Liga 1 Askab PSSI Flotim
Puan meminta Pemerintah dan aparat untuk bisa memastikan keamanan dan keselamatan anak-anak di Bumi Cenderawasih tersebut.
Artikel Terkait
Tahun Ajaran Baru, Ratusan Guru Honorer Dipecat Ditengah Penataan tenaga non-ASN, Ketua DPR RI Angkat Bicara
Kasus Penembakan Pemulung Dinilai Langgar Doktrin 8 Wajib TNI, DPR RI Juga Soroti Pembakaran Rumah Wartawan Tribrata TV
Sesalkan Penembakan Pemulung, Komisi I Desak TNI Evaluasi Internal dan Tindak Tegas Pelaku
Bupati Ponorogo Siap Gandeng Promedia Gelar Pelatihan Jurnalisme Berkualitas, Sugiri Sancoko Ternyata Adalah Mantan Wartawan
Saat Sedang Rekap Nomor Togel, Seorang Pria Dibekuk PolisiĀ