hukum-kriminal

Skenario Penangkapan dan Uang Rp20 Juta: Menelisik Dugaan Praktek Gelap di Balik Kasus Narkotika Flores Timur

Senin, 20 April 2026 | 20:46 WIB
Foto mafia. (ilustrasi)

Pekerja layanan didominasi pemuda asal Adonara. Interaksi di tempat itu memperlihatkan pola pergaulan yang mengarah pada jejaring yang sama.

Percakapan, pertemuan singkat, dan lalu lintas orang membuka indikasi ruang sosial yang tak sekedar tempat berkumpul.

Dua warga yang ditemui mengaku siap bersaksi. Mereka menggambarkan pola transaksi yang dimulai dari media sosial, Facebook dan Instagram, kemudian berlanjut ke WhatsApp.

 

Baca Juga: Kuasa Hukum Minta Kasus Narkoba Dihentikan, Soroti Kejanggalan Penangkapan di Pelabuhan Larantuka

 

Pendekatan dilakukan melalui kedekatan usia dan relasi pertemanan. Sasaran tersebar di delapan kecamatan di Adonara. Pola ini membuat jaringan bergerak senyap, sulit terdeteksi dari luar.

Temuan paling mengkhawatirkan muncul dari dugaan skenario penangkapan berbayar. Sejumlah warga menyebut adanya tawaran untuk bersedia ditangkap dengan imbalan Rp20 juta.

Skema itu berkaitan dengan pencairan anggaran negara. Dalam skenario tersebut, seseorang akan ditahan selama tiga hari di sel Polres Flores Timur, lalu dilepas setelah proses administratif selesai.

Baca Juga: Nama Oknum Polisi Disebut dalam Dugaan Rekayasa Kasus Narkotika di Adonara

 

Dugaan ini mengarah pada kemungkinan manipulasi prosedur penegakan hukum.

Rangkaian temuan memperlihatkan relasi yang kompleks: informan, pelaku lapangan, hingga oknum aparat.

Di tengahnya, pelajar menjadi target paling rentan. Jaringan bergerak melalui kedekatan sosial, sementara dugaan penyimpangan prosedur memberi ruang bagi praktek yang lebih sistematis.

 

Halaman:

Tags

Terkini