Aksi Heroik! Penerjemah Paus Fransiskus Asal NTT Bantu Turis Jerman Pingsan di Dekat Basilika Santa Maria Maggiore

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Senin, 28 April 2025 | 16:39 WIB
Pater Markus Solo Kewuta. (Foto ist/  Desain Tim RNTT)
Pater Markus Solo Kewuta. (Foto ist/ Desain Tim RNTT)

 

REPORTASENTT.COM, ROMA- Pater Markus Solo Kewuta, penerjemah Paus Fransiskus asal Indonesia, menjadi pahlawan setelah berhasil menyelamatkan seorang pria asal Jerman yang kehilangan kesadaran di sebuah kafe dekat Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, pada Minggu (27/4/2025) sore.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 15.30 waktu setempat, sehari setelah pemakaman Paus Fransiskus.

Saat itu, Pater Markus tengah duduk bersama mantan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), puterinya, seorang sahabat dari Roma, dan Bruder Yos SVD.

Baca Juga: Paus Fransiskus Dimakamkan di Luar Basilika Santo Petrus, Ini Maknanya

"Tidak sampai lima menit kemudian, beberapa orang berteriak dalam bahasa Jerman di pintu restoran: 'Dokter! Dokter! Dokter!'" ujar Pater Markus melalui akun Facebook pribadinya.

Mendengar teriakan tersebut, Pater Markus, yang fasih berbahasa Jerman, segera bangkit dari tempat duduknya dan mendekati sumber kegaduhan.

Ia mendapati seorang pria asal Bavaria, Jerman, yang kehilangan kesadaran saat duduk bersama istrinya.

Baca Juga: Pasca Komuni Pertama, Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda di Larantuka

Sang istri, yang kesulitan berbahasa Italia, tampak panik dan tidak tahu harus berbuat apa.

Melihat kondisi itu, Pater Markus bertindak cepat. Ia berinisiatif menjadi penerjemah sekaligus melakukan pertolongan pertama.

"Tanpa pikir panjang, saya memutuskan untuk melakukan sesuatu. Kalau tidak, pria ini akan segera meninggal di kursinya," katanya.

Baca Juga: Putaran Uang Puluhan Juta Rupiah dan Tindakan Kriminal, Judi Dingdong Marak di Adonara!

Bermodal pengalaman menyaksikan kasus serupa sebelumnya, Pater Markus melakukan upaya penyelamatan terhadap pria yang diperkirakan berusia 68 hingga 70 tahun itu.

Ia berhasil membuat pria tersebut sadar kembali beberapa kali, meski kemudian kembali kehilangan kesadaran.

Paramedis Palang Merah yang sudah tiba di lokasi membiarkan Pater Markus melanjutkan tindakannya sambil menunggu kedatangan dokter dan ambulans.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X